Jadi bridesmaid memang bikin sport jantung! Bridesmaid harus siap membantu mempersiapkan pernikahan, siap menerima curahan hati calon mempelai wanita yang stres berat, dan semua itu harus dilakukan Kesya Artyadevi di sela-sela kesibukannya merancang perhiasan pesanan klien, melayani klien yang heboh dan gila perhiasan, serta mengikuti pameran perhiasan bertaraf internasional.
Tapi itu belum seberapa!
Tambahkan kerepotan itu dengan:
1. Cecilia Almira Saraswati, si calon pengantin wanita yang drama queen dan supersibuk.
2. Finna Salsabila, sepupu Cecil yang ribet dan selalu ikut campur dengan gayanya yang ajaib.
3. Tante Jessica Lionel Andersen, calon mertua Cecil yang tidak menyukai Cecil dan tidak menginginkan pernikahan terjadi.
4. R.A Sekar Ningrum, mantan pacar calon suami Cecil yang ingin merebut kembali sang calon pengantin laki-laki!!!
Semua itu membuat Kesya double repot!!!
Hmmm.... tapi tentu ada sesuatu yang dapat menghapus semua kerepotan yang dialami Kesya.
Apa ya?
Mungkinkah Marco Raphael Eagan, si bestman dengan senyum seksi dan menawan....?
Tapi itu belum seberapa!
Tambahkan kerepotan itu dengan:
1. Cecilia Almira Saraswati, si calon pengantin wanita yang drama queen dan supersibuk.
2. Finna Salsabila, sepupu Cecil yang ribet dan selalu ikut campur dengan gayanya yang ajaib.
3. Tante Jessica Lionel Andersen, calon mertua Cecil yang tidak menyukai Cecil dan tidak menginginkan pernikahan terjadi.
4. R.A Sekar Ningrum, mantan pacar calon suami Cecil yang ingin merebut kembali sang calon pengantin laki-laki!!!
Semua itu membuat Kesya double repot!!!
Hmmm.... tapi tentu ada sesuatu yang dapat menghapus semua kerepotan yang dialami Kesya.
Apa ya?
Mungkinkah Marco Raphael Eagan, si bestman dengan senyum seksi dan menawan....?
Kesya Artyadevi, seorang perancang perhiasan muda yang berbakat dan tengah sibuk-sibuknya mendapat tugas mulia untuk menjadi bridesmaid untuk teman sejak TKnya yang akan menikah, Cecilia Almira Saraswati. Kesya jelas tidak bisa menolak tugas mulia itu mengingat persahabatannya dengan Cecil yang sejak kecil, bahkan sang calon mempelai pria-nya pun teman SMA Kesya. Untuk urusan percintaannya sendiri, Kesya saat itu sedang menaruh hati pada Jansen, fotografer handal yang kikuk terutama saat bertemu dengan Kesya yang ayu (bahkan barang apapun yang ada didekatnya pasti jatuh ketika bertemu Kesya ataupun ketika hanya sedang mendengar suara Kesya). Namun baik Kesya dan Jansen tidak ada yang berani memulai kisah mereka.
Masalah mulai datang ketika sepupu Cecil, Finna Salsabila datang dari Amerika untuk ikut campur dalam urusan pernikahan Cecil. Finna yang kepo, ribet, dan mau menang sendiri memang sangat dihindari Kesya dan Cecil semenjak mereka kecil. Namun atas nama kekeluargaan, Cecil menerima Finna untuk membantunya mengurus pernikahannya dengan Alo.
Kesya kembali kedatangan seseorang yang perlahan-lahan masuk ke dalam kehidupannya. Marco Raphael Eagan, sang bestman kawan dari Alo yang pada pertemuan pertamanya memerintahkan Kesya untuk menjemputnya di bandara. Kesya sering terpesona pada Marco yang perfect sehingga tidak sadar perasaannya pada Jansen meluntur.
Kembali ke tugasnya sebagai bridesmaid, Kesya kembali dipusingkan dengan kehadiran Mama dari Alo yang secara terang-terangan menolak pernikahan Cecil-Alo dan bahkan memanas-manasi Cecil dengan mengunjungi Ningrum - mantan kekasih Alo di zaman SMA - dan terang-terangan memuji Ningrum.
Kesya memilih bersama Marco, sedangkan pernikahan Cecil-Alo berada di ujung tanduk padahal hari pernikahan tinggal beberapa minggu lagi. Puncaknya ketika pada Bachelor Party-nya Alo, Mama Alo muncul sambil membawa Ningrum dan sengaja dijodoh-jodohkan dengan Alo disaksikan langsung oleh Cecil. Cecil yang kecewa langsung pergi meninggalkan Jakarta, tentu saja didampingi Kesya, bridesmaid-nya.
Yaaa, akhirnya ketebak dong gimana....
Kurang puas sebenernya sama bukunya (e-booknya sih. gak sengaja ketemu link downloadnya waktu lagi browsing :p). Selesai baca rasanya cuma yaaaa gitu aja. Lumayan buat dibaca di waktu senggang di kantor (hahahaha...). Oh ya, tertarik dengan mitos yang diangkat di buku ini :
> Pengiring pengantin wanita dipakaikan baju yang sama dengan pengantin wanita dengan tujuan sebagai pengecoh dari roh jahat yang akan mengganggu sang pengantin wanita di hari besarnya.
> Pengiring pengantin wanita kebanyakan akan terus menjadi pengiring pengantin wanita, susah dapat jodoh maksudnya kali ya. Kalo di "bangsa" saya, setiap bridesmaid harus mendapat angpau dari pengantin sebagai "syarat", katanya sih biar cepat dapat jodoh juga.
1 lagi, di buku ini diceritakan kalo Kesya dan Marco - sang bridesmaid dan sang bestman - adalah sepasang kekasih. Entahlah, ini juga mitos. Lagi-lagi saya mendengar kalau bridesmaid dan bestman itu harusnya bukan sepasang kekasih, karena nantinya tidak akan jadi (married, maksudnya). Tapi kan, lagi-lagi ini mitos. Tidak ada bukti konkrit tentang mitos-mitos ini.
Okay next, paling suka sama karakter DeeDee, entah kenapa kayaknya DeeDee itu fleksibel di buku ini.
Bintang 2 aja ya buat buku ini :D


0 comments:
Post a Comment