Bulutangkis di Olimpiade London 2012 ini, selama 2 hari terakhir ini sedang mengalami hari gelapnya. Kalau di Sepakbola ada pengaturan skor, kali ini Bulutangkis mengalami apa yang saya namakan pengaturan lawan. Skandal ini terjadi di ranah Ganda Putri, melibatkan 1 pasangan China, 1 pasangan Indonesia, dan 2 pasangan Korea Selatan di pertandingan babak akhir kualifikasi grup yang memperebutkan juara dan runner-up grup A dan grup C. Kemarin pagi, alih-alih dapet berita kemenangan yang saya tunggu sejak semalam (pertandingannya subuh, ngantuk abis nontonnya), saya malah dapet kabar gak enak dari pertandingan Greysia Polii/Meiliana Jauhari vs Ha Jung Eun/Kim Min Jung yang diwarnai Black Card. Jujur kaget, apa yang terjadi sih sampai wasit mengeluarkan Black Card yang berarti pemain didiskualifikasi? Usut punya usut, berbekal naluri kepo yang saya punya akhirnya saya menemukan inilah ceritanya.
Pertandingan Ganda Putri Grup C 01 Agustus kemarin mempertemukan Greysia Polii/Meiliana Jauhari (INA) vs Ha Jung Eun/Kim Min Jung (KOR) guna memastikan juara dan runner-up grup C. Game 1 direbut Greysia/Meiliana. Game 2 direbut HJE/KMJ. Di Game ke-3 inilah terjadi kekacauan itu. Dianggap tidak bermain serius, wasit pertandingan menegur kedua pasangan Ganda Putri ini bahkan sedenger saya sampai 4 kali di tegur. Akhirnya wasit kehormatan turun gunung dan menghadiahi Greys/Mel dan HJE/KMJ kartu hitam yang berarti kedua pemain di diskualifikasi. Pelatih Indonesia dan pelatih Korea sontak memprotes keputusan wasit kehormatan tersebut. Setelah berdiskusi, akhirnya kartu hitam dicabut dan pertandingan kembali dilanjutkan. HJE/KMJ yang telah memimpin jauh akhirnya menang, karena Greys/Mel tidak bisa mengejar perolehan poin mereka. Usut punya usut, mereka dianggap mencari kekalahan untuk bisa menjadi runner-up grup. Kenapa begitu? Ternyata, di grup A Wang Xiaoli/Yu Yang "mengalah" pada Jung Kyung Eun/Kim Ha Na dan menjadi runner-up grup. Tentu saja itu mimpi buruk bagi Greys/Mel dan HJE/KMJ. Format di perempat final yang mempertemukan juara grup A dan runner-up grup C serta juara grup C dan runner-up grup A memaksa ke-empat pasangan ganda putri itu "mengatur" lawan. Skandal ini sampai di meja komite BWF dan IOC turun tangan dan mendakwa ke-empat pasang ganda putri tersebut. Sampai kemarin sore, belum ada keputusan apa-apa sehingga menurut jadwal ke-empat pasang pemain itu masih harus bertanding di malam harinya.
Kira-kira jam 19.30 waktu Indonesia, saya sedang iseng-iseng buka twitter dan jadi syok karena ternyata Wang Xiaoli/Yu Yang, HJE/KMJ, JKE/KHN, dan Greys/Mel akhirnya didiskualifikasi dari Olimpiade 2012. Timeline akhirnya ramai dengan berita diskualifikasi tersebut dan ternyata pihak Indonesia dan Korea Selatan mengajukan banding. Namun pada akhirnya, pihak Indonesia dan Korea mencabut banding dan menerima diskualifikasi yang diterima pemain mereka.
Kenapa harus terjadi kejadian "mengalah" ini? Menilik jauh ke pertandingan sebelumnya, semua ini berawal dari kekalahan Tian Qing/Zhao Yunlei dari pasangan Denmark, Kamilla Rytter-Juhl/Christina Pedersen. TQ/ZYL, yang diprediksi akan memuncaki grup D malah harus mengakhiri fase grup dengan posisi runner-up, yang memungkinkan all Chinese Semifinal, karena diprediksi Wang Xiaoli/Yu Yang akan memuncaki grup A. Asumsi saya (dan semua BL), paduka Li Yongbo yang menginginkan all Chinese Final di ranah Ganda Putri ini "memerintahkan" Wang Xiaoli/Yu Yang untuk mengalah, sehingga kedua ganda China itu nantinya berbeda pool. Permainan jelek diperagakan Wang/Yu melawan JKE/KHN dengan sengaja membuat error, atau sekedar salah service, atau apapun yang kalau kita lihat saja males nontonnya. Alih-alih menempatkan anak buahnya di final, Li Yongbo harus merelakan Wang/Yu di diskualifikasi.
Hashtag #BannedChineseBadminton sempat menjadi Trending Topics Indonesia karena para BL yang kesal dengan kelakuan para punggawa China. Sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di bulutangkis. Selama super-series, sudah berkali-kali China menerapkan pola mengalah dan dikalahkan ini ketika terjadi pertandingan antara China vs China. Namun baru kali ini masalah tersebut diusut dan Indonesia serta Korea menjadi tumbal dari permasalahan ini. Menurut para kritikus, atlet, dan para mantan atlet Bulutangkis dunia, yang harusnya dikritik adalah format pertandingan bulutangkis di Olimpiade 2012 ini menerapkan pola Round Robin (sistem grup), yang berbeda dengan Olimpiade 4 tahun lalu. Menurut Gail Emms, mantan atlet bulutangkis asal Inggris Raya, sebenarnya tidak masalah jika mereka melakukan hal tersebut karena hal tersebut termasuk taktik. Format Round-Robin yang diterapkan tahun ini memaksa para pelatih memutar otak untuk mengamankan jalan anak buah mereka menuju medali emas. Jika saja format knock-out yang diterapkan, tidak akan mungkin terjadi hal seperti ini. Hufff.............
Wang Xiaoli/Yu Yang, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, Jung Eun Kyung/Kim Ha Na, dan Greysia Polii/Meiliana Jauhari adalah tumbal (IMO loh) untuk format Round-Robin di Olimpiade 2012 ini. Buntut dari drama ini-pun menyedihkan. Jika HJE/KMJ, JKE/KHN, dan Greys/Mel dalam keadaan baik-baik saja, beda ceritanya dengan Wang/Yu. Mereka disalahkan Komite Olimpiade China untuk masalah ini. Khusus untuk Yu Yang memang rumornya akan pensiun setelah Olimpiade 2012 ini dan karena masalah ini Yu Yang dipastikan akan gantung raket. Entah karena keinginan sendiri ataupun paksaan dari pihak mereka, Yu Yang sendiri yang mengkonfirmasi kepastian gantung raketnya di akun QQ-nya (twitternya China). Well, Olimpiade kembali menelan korban. Setelah di 2008 Lu Lan "dipaksa" mengundurkan diri karena kalah dari Maria Kristin, sekarang Yu Yang yang akan gantung raket akibat masalah ini.
Khusus untuk kak Greys dan ci Mel : mungkin belum saatnya kalian merasakan emas Olimpiade, namun disaat lain kalian akan merasakan yang lebih besar dari sekedar titel juara Olimpiade. Keep strong because we are still standing behind you for support you, whatever is happening right now :)
*updated* walaupun masing-masing terkena diskualifikasi, tapi inilah persahabatan di antara para Olympians. Salute!
Scars by Asri Tahir | Book Review
11 months ago


0 comments:
Post a Comment