The Amazing Spiderman bercerita mengenai Peter Parker, seorang anak SMA biasa yang ditinggali orangtuanya saat masih kecil sehingga ia dirawat oleh Pamannya, Ben dan bibinya, May. Seperti remaja kebanyakan, Peter berusaha mencari tahu siapa ia sebenarnya dan bagaimana ia bisa menjadi seperti sekarang ini. Peter juga mencari cara untuk dapat bersama cinta pertamanya, Gwen Stacy dan bersama, mereka berjuang dengan cinta, komitmen, dan rahasia-rahasia yang ada. Saat Peter menemukan tas misterius kepunyaan ayahnya, ia memulai sebuag penyelidikan untuk dapat memahami hilangnya orangtua Peter - yang menuntunnya langsung ke Oscorp dan sebuah laboratorium yang dimiliki oleh Dr. Curt Connors, ex-partner sang ayah. Ketika Spider-Man dihadapkan dengan alter-ego Dr. Connors - The Lizard, Peter diharuskan menggunakan kekuatannya dan memulai jalan hidupnya sebagai seorang pahlawan.
Saya memposisikan film ini seperti episode Pilot dari Spider-Man, walaupun kenyataannya film ini lahir dari sutradara yang berbeda (Sam Raimi dan Marc Webb). Jika kalian penasaran mengapa Peter tinggal dan besar bersama Paman Ben dan Bibi May, disinilah kalian akan mendapat jawabannya. Jika kalian yang tidak paham dengan komik Spider-Man (termasuk saya) bingung mengapa Gwen Stacy tidak pernah ada di 3 Spider-Man sebelumnya, disini kalian akan mendapat jawabannya. Intinya, inilah awal dari kemunculan Spider-Man di New York.
Kisah dibuka dengan seorang Peter kecil yang sedang bermain hide and seek dengan orangtuanya. Karena ruang kerja ayahnya ditemukan berantakan, Peter kecil yang tidak tahu apa-apa harus pindah dan tinggal bersama saudaranya yang lain, Uncle Ben dan Aunt May. Okay, jauh sebelum ia mengenal Mary Jane, Peter berteman dengan Gwen Stacy yang adalah teman sekolahnya dan mulai berkencan. Hidupnya berubah ketika ia menemukan tas milik ayahnya yang tersimpan rapi di gudang rumah Pamannya. Ia dipertemukan dengan Dr. Curtis Connors, mantan rekan kerja ayahnya yang sama-sama meneliti tentang kemungkinan regenerasi organ tubuh pada manusia, berpatokan pada kemampuan kadal yang bisa mengganti ekornya yang putus. Di laboratorium Oscorp inilah Peter tersengat laba-laba genetis yang dibiakan disana dan memiliki kemampuan seperti laba-laba yang bisa merayap (eh cicak juga bisa merayap yah...). Dari sinilah kehidupannya sebagai Spider-Man dimulai. Dari Spider-Man yang dianggap pengacau oleh Kepolisian New York sampai akhirnya ia menjadi pahlawan New York. Lawannya kali ini adalah The Lizard, alter-ego Dr. Connors.
Awalnya saya pengen nonton Spider-Man ini murni pengen lihat Andrew Garfield. Lupa juga ketemu nama Andrew Garfield ini waktu kapan, tapi sejak saya tahu Peter Parker selanjutnya adalah si Andrew ini, jadi pengen banget nonton. Andrew membawakan karakter Peter versi kerennya, sedangkan Tobey membawakan karakter Peter versi nerd. Well, saya suka sama kedua pemeran Peter ini yang menurut saya gak bisa dibandingin (ya karena sutradaranya aja beda, pasti seleranya beda). Kalau dilihat dari endingnya, harusnya film ini ada sequelnya yang kalau saya coba tebak harusnya ber-plot : mengungkap siapa laki-laki yang muncul di sel Dr. Connors, pertemuan Peter dengan Harry Osborn (di film ini disebutin loh nama Norman Osborn~) yang akhirnya menjadi sahabatnya, dan tentu saja pertemuan Peter dengan cinta terakhirnya, Mary Jane Watson. Sisanya paling ketemu musuh-musuh yang bikin film ini jadi seru. Mungkin karena sudah terdoktrin dengan 3 Spider-Man sebelumnya, saya merasa si Andrew terlalu ganteng jadi Peter Parker (muehehehehehe...)
Eh, koq kalo bener ada sekuelnya, Spider-Man jadi kayak Star Wars ya yang urutannya 4-5-1-2-3 ?
Scars by Asri Tahir | Book Review
11 months ago


0 comments:
Post a Comment