Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya, mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.
***
Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya, mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu manusia seajaib itu.
***
Dan kini mereka berhadapan di antara hamparan misteri dan rintangan.
Akankah dongeng dan lukisan itu bersatu?
Akankah hati dan impian mereka bertemu?
Keenan, bakat terbesarnya di bidang lukis namun ditentang oleh Ayahnya. Lukisannya bagaikan bernyawa, menarik perhatian banyak orang. Sepupu Eko ini pindah ke Bandung karena lolos ujian SNMPTN dan harus kuliah manajemen demi meneruskan perusahaan Ayahnya. Cenderung pendiam namun cerdas. Isi hati dan perasaannya dapat ditebak melalui lukisannya. Dan akhirnya ia bertemu makhluk seperti Kugy.
Kugy pandai bercerita dan bernarasi, namun lemah dalam menggambar. Keenan pandai melukis, namun lemah dalam berkata-kata. Kugy merasa Keenan melengkapi hasratnya untuk menjadi pendongeng ulung. Keenan merasa Kugy menginspirasinya dalam melukis. Kugy tidak dapat menjelaskan perasaan apa yang melanda dirinya ketika melihat Keenan. Ia menyangkal kehadiran perasaan itu karena saat itu ia sedang bersama Joshua, pacar sejak masa SMAnya yang memiliki panggilan sayang : Ojos. Namun, perasaan itu semakin lama semakin besar. Kugy tidak dapat lagi menyangkalnya.
Kugy jatuh cinta pada Keenan.
Kugy mulai menjauhi diri dari Keenan. Menjauhi semua kegiatan dan orang-orang yang membuatnya berpotensi bertemu dengan Keenan. Apalagi sejak Noni berusaha menyatukan Keenan dengan sepupunya, Wanda. Kugy-pun akhirnya harus menjauhi dirinya dari sahabatnya sendiri, Noni. Kugy menenggelamkan diri dengan terus belajar agar bisa lulus dibawah 4 tahun. Kugy ikut dalam komunitas Sakola Alit dengan menjadi guru relawan. Kugy terasa semakin jauh dengan Ojos. Akibatnya, intensitas pertemuan dan komunikasi mereka -baik dengan Noni dan Ojos- semakin sedikit. Puncaknya, Kugy membuat Noni kecewa berat dengan tidak menghadiri ulang tahunnya di Jakarta dan Kugy mengakhiri kisahnya dengan Ojos. Kugy benar-benar telah jauh dari semua temannya dan dengan cintanya, Keenan.
Kugy lulus dan menyadari ia tidak bisa bekerja sebagai pendongeng. Ia memilih bekerja sebagai copy writer di sebuah perusahaan advertising. Keenan saat itu sudah pergi ke Ubud, menemui keluarga keduanya. Kugy sudah menjalin hubungan dengan Remi, pemilik tempatnya bekerja. Namun lagi-lagi takdir berkata lain. Kugy sekali lagi dipertemukan dengan Keenan dan harus menata hatinya yang sedang dimiliki Remi.
For me, Kugy and Keenan were meant to be. They belong to each other. Ada saja kejadian kecil yang membuat mereka saling mengingat. Banyak kejadian yang terlalu kebetulan yang membuat mereka harus bertatap wajah. Ahh, nothing else to say. I've lost my words for this book since I've finished it.
Perahu
kertasku kan melaju
Membawa
surat cinta bagimu
Kata-kata
yang sedikit gila
Tapi ini
adanya
Perahu
kertas mengingatkanku
Betapa
ajaib hidup ini
Mencari-cari
tambatan hati
Kau
sahabatku sendiri
Hidupkan
lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta)
cita-cita
Yang
lama ku pendam sendiri
Berdua
ku bisa percaya
Ku
bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau
ada diantara milyaran manusia
Dan ku
bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada
lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku
padamu…
Sekarang saya sedang menunggu live-action dari buku ini yang saya tahu pasti tidak akan seperti bukunya. Oh iya, menurut saya kisah cinta Kugy sudah terangkum dalam lirik Original Soundtracknya, Perahu Kertas :)


0 comments:
Post a Comment