Beberapa jam setelah Anna lahir, ia sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Setelah itu Anna menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan agar Kate bisa melawan leukemia yang sudah dideritanya sejak kanak-kanak. Memang, untuk tujuan menyelamatkan hidup Kate-lah, Anna dilahirkan. Dan saat ini, ibunya meminta Anna menyumbangkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.
Menginjak usia remaja, Anna kini mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya.... Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya? Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk menggugat orangtuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Keputusan yang membuat keluarganya terpecah dan mungkin berakibat fatal untuk kakak yang teramat disayanginya....
Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?
Menginjak usia remaja, Anna kini mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya.... Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya? Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk menggugat orangtuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Keputusan yang membuat keluarganya terpecah dan mungkin berakibat fatal untuk kakak yang teramat disayanginya....
Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?
Gadis kecil berusia 13 tahun berusaha "menyelamatkan" hidupnya sendiri setelah bertahun-tahun menjadi pendonor bagi kakak perempuannya yang menderita kanker darah akut. Anna Fitzgerald memutuskan memperkarakan Ibunya ke muka hukum yang kali ini meminta ginjalnya untuk Kate Fitzgerald - yang sekarang tengah menderita gagal ginjal - dan membayar dengan menjadi tukang lap kenop pintu pengacaranya, Campbell Alexander. Di sisi lain, Jesse Fitzgerald, kakak tertua mereka menjadi urakan dan nakal karena jelas tidak mendapat perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya. Pengadilan memutuskan Anna didampingi wali ad litem, Julia Romano yang tak lain adalah kekasih masa lalu Campbell Alexander.
Pada dasarnya keluarga Fitzgerald adalah keluarga yang bahagia. Walaupun mereka mempunyai putri yang mengalami leukimia akut, putri yang sedang memperkarakan Ibunya sendiri, dan putra yang berubah menjadi urakan, mereka berlima saling menyayangi. Hubungan Jesse, Kate, dan Anna sebagai saudara kandung jelas terlihat sangat dekat. Jesse dengan rela menunggui adiknya di rumah sakit dan Anna mempunyai keterikatan khusus dengan kakaknya yang sekarat. Jesse yang cemas dan langsung membuang rokok yang dicoba Anna ketika Anna langsung terbatuk sewaktu menghisapnya untuk pertama kali. Brian yang sangat bertanggung jawab atas keluarganya dan Sara yang selalu bisa menata hatinya yang mungkin sudah hancur melihat keadaan ketiga anaknya.
Bingung juga mau me-review buku ini. Hebatnya Jodi Picoult yang membagi sudut pandangnya menjadi 8 orang kadang membuat saya cukup bingung. Karena inilah terkadang saya meloncati paragraf yang terlihat panjang dan tidak saya mengerti. Buku ini juga termasuk buku yang lama saya selesaikan - dari 9 Juni dan baru selesai pada 29 Juni kemarin - karena lebih memilih bangun di tengah malam untuk menonton Euro 2012 dan mengistirahatkan mata. Setelah melewati ending-nya, saya merasa bahwa Anna memang ditakdirkan hidup hanya untuk menjadi donor bagi Kate dan saya rada sebal melihat ending-nya (saya benci akhir yang sedih *spoiler*). Rasanya pengen mengacak-acak buku itu dan bertanya-tanya, "KENAPA ENDINGNYA MESTI BEGINI??!!" namun akhirnya ingat kalau buku ini adalah pinjaman :p
OK, karena sebal sama endingnya akhirnya cuma ngasih 3 bintang dari 5 bintang.
Lalu, jadi pengen bongkar tumpukan DVD yang sudah lapuk untuk mencari DVD ini dan menontonnya karena Jesse-nya cakeepp! :3


0 comments:
Post a Comment