“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”
Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.
Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.
Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
Menjelang konsernya di Amerika, Alex Hirano harus bertemu "malaikat kegelapan"nya. Ray Hirano, adiknya, mengajaknya ke Small Steps, tempat dimana Ray mengajar dance ketika Mia Clark -teman mengajar Ray- terjatuh dari tangga dan menubruk Alex. Tangan kiri Alex yang terkilir membuatnya harus menunda konsernya di Amerika karena dokter memvonis tangannya baru akan sembuh 2 bulan kemudian. Mia Clark, yang selalu diajari sopan santun oleh orang tuanya merasa tidak enak hati karena sudah melukai tangan Alex lalu menawarkan dirinya untuk menjadi tangan kiri-nya Alex. Awalnya Alex menolak karena takut Mia melukainya lagi namun akhirnya menerima tawaran Mia karena jatuh cinta pada kopi buatan Mia (walaupun Alex tidak mau mengakuinya terang-terangan *timpukbantal*).Mia-pun rutin mengunjungi apartemen Alex untuk bersih-bersih dan membuatkan Alex sarapan.
Awalnya Mia takut akan tatapan tajam Alex.
Awalnya Alex sangat membenci Mia karena ialah yang sudah membuatnya menunda konsernya di Amerika sehingga membuat julukan untuk Mia : Malaikat Kegelapan.
Sekarang, Mia takut detak jantungnya terdengar oleh Alex karena senyum Alex.
Sekarang, Alex bertanya-tanya mengapa Malaikat Kegelapannya mempunyai senyum seindah malaikat surga.
Baik Alex maupun Mia menyangkal kehadiran perasaan itu. Terutama Alex, karena baginya Mia adalah target adiknya, Ray walaupun Alex tahu Mia jelas-jelas tidak mempunyai perasaan pada Ray. Namun ketika Alex menemukan Mia tergeletak tak berdaya menahan sakit di bagian dadanya sehingga hampir pingsan, mengapa ia merasakan detak jantungnya berhenti? Mengapa ia merasakan dunianya runtuh melihat Mia tak berdaya di dalam pelukannya?
Again, seperti kata pembaca lainnya, they were meant to be together. Semua kebetulan sangaaatt kebetulan. Kebetulan Mia menubruk Alex sehingga membuat tangan kirinya terluka. Kebetulan Alex yang mendapati jaket bertuliskan Juilliard di mobil Mia sehingga ia mengetahui kalau Mia adalah bukan penari sembarangan. Kebetulan Alex-lah yang mendapati Mia hampir pingsan menahan sakit dan kebetulan Alex yang mengetahui rahasia Mia. Emmm, no no no, semuanya bukan kebetulan. Alex dan Mia sejak awal sudah ditakdirkan bersama.
Awalnya saya masih bisa menahan air mata. Di akhir saya menutup buku, ketika saya menyelesaikan buku itu akhirnya air mata saya tumpah. Ya Tuhan, apa dosa mereka berdua sehingga mereka tidak bisa bersama? Mengapa hidup begitu tidak adil pada mereka? *sabaaarrr sabaaarrrr* Ehem. Okay. Semakin saya menulis review ini semakin saya ingin membocorkan semuanya. Saya korban kesekian dari buku Sunshine Becomes You ini.
"Aku khawatir. Aku takut. Tapi aku tidak mungkin menunjukkan apa yang kurasakan di hadapannya. Setiap kali kondisinya memburukdan dia hampir tidak bisa berjalan, aku bisa merasakan rasa frustasinya dan aku berharap aku bisa memberikan seluruh tenagaku kepadanya. Setiap kali dia mendapat serangan dan menangis menahan rasa sakit, aku berharapbisa menggantikannya dan mengambil semua rasa sakit itu darinya supaya dia tidak perlu merasakan sakit sedikitpun"
"Tapi aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu dihadapannya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa diandalkan, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Jadi kuputuskan aku harus menjadi orang seperti itu."
Tapi quote Alex yang sangaaatt saya sukai bukan itu. Saya tersenyum ketika Alex menceritakan dongeng pangeran dan gadis desa kepada Mia. Dan, wow, it's so cute! Alex menyatakan cintanya lewat dongeng itu :3
"Karena sang pangeran jatuh cinta pada gadis desa itu."
Anyway, bintang 4 dari 5. Saya gak terbiasa dengan sad ending walaupun ini AH-MA-ZING.
Udah ah, gak lucu kalau saya nangis ketika review novel ini >.<


0 comments:
Post a Comment