CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Friday, August 31, 2012

August Point-by-Point

Oke. Saya jabarkan bulan Agustus saya menjadi poin-poin :D

  • Dibuka dengan berita skandal opera sabun yang melibatkan 4 pasang ganda putri : Greysia/Meliana, Wang Xiaoli/Yu Yang, KMJ/HJE, JKE/KHN dan akhirnya ke-empat pasang tersebut di diskualifikasi. Sempat heboh banget di Twitter -oke, Timeline saya saja kali ya. Yang pasti, saya sebagai Badminton Lover sempat syok juga sama keputusan ini.
  • Yu Yang akhirnya pensiun! Syok banget, banget. Lagi berada di peringkat 1 BWF nomor Ganda Putri bersama Wang Xiaoli, karena kasus tersebut akhirnya Yu Yang memilih gantung raket. We'll miss you so much as we miss Lee Hyo Jung!
  • Masih dari gelaran Olimpiade, Owi/Butet akhirnya menyerah di tangan Xu Chen/Ma Jin di Semifinal. Emas untuk Indonesia kandas. Owi/Butet juga kandas di tangan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter-Juhl :(
  • Still from Olympic Games, Lee Yong Dae oppa dan om Jae Sung akhirnya dapat Bronze Medal. Hadiah perpisahan buat om Jae Sung :"). Dari sektor tunggal putra, Lin Dan yang meraih Gold Medal. Tim China dapet banyak sekali emas................ *krik*
  • Dapat kesempatan gratis ikut tur ke Malaysia 5 hari bareng Vanni, Monique, dan Ci Vonny. Dari yang awalnya kesel banget-banget sampe akhirnya bisa FUN! :")
  • OKAY! We've got an official Finnick Odair! He is Sam Claflin. Gak pernah tau dia itu siapa dan main film apa, jadi kita lihat dia menjadi Finnick Odair. Muehehehehe...........
  • Menyelesaikan banyak sekali buku. Memorable, susah payah menghabiskan seri Supernova!
  • Nonton Perahu Kertas! Awal rencana maunya nonton tanggal 16 Agustus. Berhubung tanggal 17 Agustus saya berangkat ke Malaysia, akhirnya saya baru nonton di tanggal 25 Agustus. Histeris karena the one and only REMIGIUS ADITYA! Hahaha Reza Rahardian itu Remi bangeeeettttttt!!! Gak sabar nonton Perahu Kertas yang Part 2!
  • Back to Badminton's issues, uda Kido sama ko Hendra diceraikan. Begitu pula dengan Ahsan dan Bona. Pasangan uda Kido yang baru adalah ko Alvent, sedangkan ko Hendra akhirnya berpasangan dengan Ahsan. 
  • Kembali mundur dengan rencana pengen me-review buku lewat blog. Kelewat males yang utama sih. Ya udahlah, saya jadi silent reader ajah :')
  • Setelah 2 tahun, akhirnya saya merasakan lagi kegiatan Ospek! Welcome to the new phase of life, Lona :D

Thursday, August 16, 2012

Something About You (FBI / US Attorney #1)


Fate has thrown two sworn enemies...

Of all the hotel rooms rented by all the adulterous politicians in Chicago, female Assistant U.S. Attorney Cameron Lynde had to choose the one next to 1308, where some hot-and-heavy lovemaking ends with a death. And of all the FBI agents in Illinois, it had to be Special Agent Jack Pallas who gets assigned to this high-profile homicide. The same Jack Pallas who still blames Cameron for a botched crackdown three years ago—and for nearly ruining his career.

Into each other's arms...

Work with Cameron Lynde? Are they kidding? Maybe, Jack thinks, this is some kind of welcome-back prank after his stint away from Chicago. But it's no joke; the pair is going to have to put their rocky past behind them and focus on the case at hand. That is, if they can cut back on the razor-sharp jibes—and smother the flame of their sizzling-hot sexual tension.

Cameron Lynde sengaja mencari hotel mahal untuk mendapatkan tidur yang nyaman selama rumahnya diperbaiki. Alih-alih mendapat ketenangan, Cameron yang menghuni kamar 1307 harus menahan emosi ketika ditengah malam ia mendengar erangan sensual wanita yang sedang bercinta dengan suara yang cukup keras. Cameron baru saja akan mengadukan ketidaknyamanan-nya kepada customer service hotel tersebut ketika ia mendengar seseorang dari kamar sebelah keluar dari kamar tersebut. Setelah ia berpikir akan tidur tenang, ia malah mendapati kabar kalau wanita yang ada di kamar sebelahnya itu telah meninggal dan Cameron sebagai saksi kunci.

Jack Pallas - seorang agen FBI yang tiga tahun lalu telah mempermalukan Cameron di depan umum harus kembali berhadapan dengan Cameron. Kali ini, Jack mempunyai tugas yang mengharuskannya selalu berhubungan dengan Cameron, karena Cameron adalah saksi kunci dari pembunuhan wanita bayaran yang terjadi di sebelah kamar hotel Cameron dan Jack juga harus melindungi Cameron dari bahaya yang mengancam dirinya.

Kalau ditanya adegan yang paling saya suka, ya jelas ketika Jack dan Cameron menghadiri pernikahannya Amy dong :") hihihihihi *devilishlaugh*
Karena genre-nya Suspense Romance, jelas lebih banyak adegan Romance-nya daripada actionnya. Terbukti action-nya yang saya berasa banget yaaa yang menjelang akhir novel. Kalau romance-nya, jangan ditanya. Saya sampai merinding sendiri saking.... emmmm.... hehehehehe :") Namanya juga novel romance dewasa, jadi adegan hot-nya juga hot dong (fyi, I'm 20 y.o. << gak penting sih)
Btw, Jack-nya hot banget siiihh... Jadi gemes :3

Kali kedua baca novel e-book berbahasa Inggris setelah baca Fifty Shades of Grey yang sampai sekarang belum saya selesaikan --". Harus berkonsentrasi dua kali lipat mengingat saya harus menerjemahkan isi novelnya ke dalam otak saya. Tapi, saya jelas lebih menikmati novel ini dalam bahasa Inggris, karena lebih "panas" (iihh bandeell!!) :3.
Bintang 3 dari 5 ya... :)


Sunday, August 12, 2012

Badminton Freak


Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen saat Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan harus jadi atlet bulutangkis!
Tapi kini, di usianya yang kedelapan belas, Fraya terpaksa menerima kenyataan bahwa cita-citanya tak terwujud. Semua karena Mama melarangnya masuk klub bulutangkis sedari Fraya kecil. Fraya hanya bisa menyalurkan cintanya pada bulutangkis melalui ekskul di sekolah, yang tentu saja tak cukup untuk menampung bakat dan ambisinya yang besar.
Seakan semua itu belum cukup, Fraya juga harus menerima bahwa pacarnya, Albert, lebih suka ia jadi anggota cheerleaders daripada berjibaku mengejar shuttle cock di lapangan. Padahal, apa sih asyiknya pakai rok mini lalu loncat-loncat sambil pegang pom-pom?
Ketidaksukaan Albert pada bulutangkis memuncak ketika Fraya membohonginya demi bisa menonton kejuaraan Thomas-Uber Cup di Istora Senayan. Albert marah besar, dan menghukum Fraya dengan cara melarangnya nonton Thomas-Uber Cup live selama sisa pergelaran itu. Padahal, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun tim Uber Indonesia berhasil masuk final!
Kalau sudah begini, mana bisa Fraya terus bertahan pacaran sama Albert?


Fraya kecil bertekad menjadi pemain bulutangkis karena "merinding" melihat Bendera Merah Putih berkibar di Atlanta pada tahun 1996 ketika Ricky Subagja dan Rexy Mainaki berhasil merebut medali emas. Namun cita-citanya harus dikuburnya dalam-dalam karena Mama tidak mengizinkan Fraya kecil masuk ke klub bulutangkis. 
Fraya usia 18 tahun tetaplah seorang badminton-lover. Walaupun tidak menjadi atlet bulutangkis, Fraya tetap ikut ekskul bulutangkis di SMA-nya dan selalu update dengan berita olahraga tepok bulu tersebut.  Hal ini bertentangan dengan keinginan pacar Fraya, Albert yang adalah kapten tim basket SMAnya. Albert lebih menginginkan Fraya menjadi cheerleader yang selalu mendukungnya ketika Albert bertanding. Tentu saja Fraya dengan senang hati menolaknya. Ketertarikan Fraya pada bulutangkis sudah pada kadar mencintai dengan setulus hati, bahkan dengan bangga mengatakan bahwa bulutangkis adalah pacar pertamanya. 
Fraya, yang sudah berpacaran dengan Albert selama 2 tahun akhirnya gerah juga. Ia tidak terima ketika Albert melarangnya menonton Semifinal Thomas Cup dan Final Uber Cup di Istora Senayan. Memang itu kesalahan Fraya karena sudah membohongi Albert-yang akan bertanding di final sebuah kejuaraan basket-demi menonton Semifinal Uber Cup di Istora. Namun Fraya merasa harusnya Albert bisa mengerti perasaan Fraya karena setelah sekian tahun tim Uber Indonesia berhasil masuk final. Fraya dan Albert-pun akhirnya harus berpisah.
Fraya sama sekali tidak merasa sedih atas keputusan itu. Ia bisa dengan leluasa bolak-balik Istora tanpa ada yang melarangnya. Dan, di Indonesia Super Series 2008 ini, akhirnya Fraya menemukan pasangan yang mengerti dirinya dalam diri Edgar Satria, pemain muda Pelatnas yang sedang naik daun.

"Bulutangkis itu bukan cuma hobi buatku, tapi seperti... hasrat. Impian.Obsesi. Gimana ya... aku juga bingung ngejelasinnya."

Absolutely 5 stars from 5 stars! Murni karena pendapat personal karena Bulutangkis hasrat terbesar saya. Fraya benar-benar menggambarkan seorang badminton-lover sejati : suka main bulutangkis, suka nonton pertandingan bulutangkis, selalu cek jadwal Series, selalu cek peringkat BWF, live-scoring jika pertandingan tidak ditayangkan, atau live-streaming jika pertandingan tidak ada di TV Nasional. Tidak heran, karena Mba Stephanie Zen juga seorang badminton-lover. Novel ini benar-benar membawa saya kembali ke histeria tahun 2008, dimana perbulutangkisan Indonesia kembali ke jalurnya. Histeria Thomas & Uber Cup 2008 yang diadakan di Indonesia yang menghasilkan tim Uber yang meraih runner-up serta histeria Indonesia Super Series 2008 dan medali Emas yang dipersembahkan Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008, yang bagi saya merupakan titik tolak kebangkitan perbulutangkisan Indonesia. Istora selalu penuh dan menjadi momok menakutkan bagi pemain kelas dunia karena.... terlalu berisik! Namun itulah juga hal yang membuat Istora dirindukan juga oleh para pebulutangkis dunia, karena sorakan penonton Indonesia yang tingkat fanatiknya cukup tinggi.
Mba Stephanie juga tidak mengarang nama-nama pemain kelas dunia yang ada di novelnya. Yao Jie, Zhang Ning, Xie Xinfang, Lu Lan, Lee Yong Dae, Chung Jae Sung, Lin Dan, Thomas Laybourn, Kamilla Rytter Juhl, Park Sung Hwan, Lee Hyun Il, Ko Sung Hyun, Bao Chun Lai, Guo Zhendong... kyaaa! Sukses bikin saya histeris-saking freak-nya saya.

Curcol sedikit boleh kali ya. Jadi berpikir, kalau saya yang tingkat ke-freak-an akan bulutangkisnya menyamai Fraya ini, gimana jadinya kalau punya pacar kayak Albert ya? Namun kayaknya saya sudah terbiasa deh, karena teman-teman sekitar sayapun rata-rata bukan pecinta bulutangkis dan mengapa itulah saya sering menumpahkan segala uneg-uneg, live scoring, komentar, dan lain-lain yang mengenai bulutangkis di akun twitter saya.
Selain quote yang diatas, ada 1 quote lagi yang bikin saya senyam-senyum sendiri :p

"Jadi, Fraya Aloysa Iskandar, mungkin kamu sudah nggak bisa lagi mewujudkan cita-citamu untuk jadi atlet bulutangkis, tapi... punya pacar atlet bulutangkis bukan ide yang buruk, kan?"



Gyaaa!! Aku juga mau dooonngggg!!! 

Friday, August 10, 2012

Infinitely Yours


Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di dalamnya?

Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri-dan menjauhkan hati-pada akhirnya akan bertemu kembali.

Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya....

Kau, aku, dan perjalanan ini.

Ini kali kedua Jingga mengikuti tur ke Korea Selatan demi melihat pangeran berkuda putihnya, Kang Yun Jae  yang menjadi local guide untuk tur sebelumnya. Sayangnya, Jingga harus mengawali tur ini dengan meratapi PSPnya yang rusak akibat terlindas trolley bagasi karena ia ditabrak seorang laki-laki yang sedang terburu-buru. Tak disangka, pria itu ikut dalam tur yang Jingga ikuti bahkan mereka menjadi pasangan dalam tur! 

Narayan Sadewa, harusnya membeli tiket solo untuk rute Jakarta-Seoul-Jakarta, bukannya paket tur yang dibelikan teman sekantornya Alif. Motifnya ke Korea hanya satu, untuk menemui kekasih masa lalunya, Mariska yang mendadak memutuskan hubungan dengannya karena memilih pria Korea. Rayan harus berpasangan dengan Jingga, yang awalnya ia kira sebagai anak SMA karena sikapnya yang seperti remaja masa kini yang menjadi K-Poppers. Bahkan Jingga memanggilnya Om, namun setelah Rayan tidak sengaja melihat paspor Jingga, ternyata mereka hanya terpaut 3 tahun!

Rayan yang memang tidak berniat mengikuti program tur berencana kabur dari acara dan mencari Mariska. Apa daya, Jingga yang merasa bertanggung jawab pada pasangan tur-nya ini mengikutinya. Namun ternyata Jingga sedikit berguna menjadi penerjemah bagi dirinya. Namun, Rayan tetap saja merasa dengan berjalan bersama si kelinci Energizer ini pasti ada hal buruk yang akan terjadi. 

Kenyataannya, Mariska tetap memilih pria Korea dibandingkan dirinya. Jingga berusaha menghiburnya dan membujuknya ikut kembali ke dalam rombongan tur. Namun lagi-lagi ada hal buruk yang menimpa mereka. Tertinggal grup tur dan Rayan kecopetan. Kali ini, Jingga tidak kehilangan akal. Ia mengajak Rayan mengikuti tur romantisme Korea buatan dirinya yang membuat mereka berdua hanyut didalamnya.

Saya bukan K-Poppers, jadi saya tidak tahu lagu-lagu yang ada di playlistnya Jingga dan saya tidak tahu siapa itu Kang Dong Won. Yang pasti saya suka banget sama novel ini! Oh my, saya merinding karena adegan romantis Rayan dan Jingga serta ketawa sengakak-ngakaknya liat tingkah mereka berdua ini. Chemistry Rayan sama Jingga itu kerasa banget, kadang sampe merinding karena saking berasanya. Satu kebiasaan Jingga selama perjalanan turnya ini adalah memotret semua wajah Rayan dalam berbagai emosi dengan kamera Instax-nya. Tur romantisme-nya bener-bener romantis :"). Ke N-Tower buat pasang gembok cinta, naik cable car ala Boys Before Flower, makan Jajangmyeon (mi kecap - kalau kata Rayan :p) di pinggir jalanan, beli hoodie couple di Doota Shopping Centre, dan berakhir dengan bermalam di Heartbeat Motel, yang seperti hotel esek-esek! HAHAHAHA!! Bagian ini saya ngakak abis! XD

Ceritanya memang mirip sama Hello Stranger, film produksi Thailand. Namun Mba Ori menjelaskan bahwa ide cerita ini muncul jauh sebelum Hello Stranger itu tayang. Tapi memang beda koq, mau mirip mau gak, saya tetap sukaaaa!! Endingnya memang mudah ditebak, namun perjalanan menuju ending-nya lah yang tidak mudah ditebak. Dan saya sangat amat menikmati perdebatan dan segala interaksi antara Rayan dan Jingga. So sweeeeeettt :3 Selain mendalami isi novelnya, saya juga jadi belajar sedikit tentang kosakata bahasa Korea dan tempat-tempat wisata di Korea. Recommended buat pecinta travel book :D

Best quote dari buku ini (sama seperti kebanyakan pembaca milihnya :p) :

"Sekarang, kamu mau bayar pake apa?" 
"Cinta...?"


HAHAHAHA XD
Anyway, bintang 5 dari 5!!! Hahaha really really LOVE IIITTT!!
Hidup kelinci Energizer!

Sunshine Becomes You


“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

Menjelang konsernya di Amerika, Alex Hirano harus bertemu "malaikat kegelapan"nya. Ray Hirano, adiknya, mengajaknya ke Small Steps, tempat dimana Ray mengajar dance ketika Mia Clark -teman mengajar Ray- terjatuh dari tangga dan menubruk Alex. Tangan kiri Alex yang terkilir membuatnya harus menunda konsernya di Amerika karena dokter memvonis tangannya baru akan sembuh 2 bulan kemudian. Mia Clark, yang selalu diajari sopan santun oleh orang tuanya merasa tidak enak hati karena sudah melukai tangan Alex lalu menawarkan dirinya untuk menjadi tangan kiri-nya Alex. Awalnya Alex menolak karena takut Mia melukainya lagi namun akhirnya menerima tawaran Mia karena jatuh cinta pada kopi buatan Mia (walaupun Alex tidak mau mengakuinya terang-terangan *timpukbantal*).Mia-pun rutin mengunjungi apartemen Alex untuk bersih-bersih dan membuatkan Alex sarapan.

Awalnya Mia takut akan tatapan tajam Alex.
Awalnya Alex sangat membenci Mia karena ialah yang sudah membuatnya menunda konsernya di Amerika sehingga membuat julukan untuk Mia : Malaikat Kegelapan.
Sekarang, Mia takut detak jantungnya terdengar oleh Alex karena senyum Alex.
Sekarang, Alex bertanya-tanya mengapa Malaikat Kegelapannya mempunyai senyum seindah malaikat surga.

Baik Alex maupun Mia menyangkal kehadiran perasaan itu. Terutama Alex, karena baginya Mia adalah target adiknya, Ray walaupun Alex tahu Mia jelas-jelas tidak mempunyai perasaan pada Ray. Namun ketika Alex menemukan Mia tergeletak tak berdaya menahan sakit di bagian dadanya sehingga hampir pingsan, mengapa ia merasakan detak jantungnya berhenti? Mengapa ia merasakan dunianya runtuh melihat Mia tak berdaya di dalam pelukannya?

Again, seperti kata pembaca lainnya, they were meant to be together. Semua kebetulan sangaaatt kebetulan. Kebetulan Mia menubruk Alex sehingga membuat tangan kirinya terluka. Kebetulan Alex yang mendapati jaket bertuliskan Juilliard di mobil Mia sehingga ia mengetahui kalau Mia adalah bukan penari sembarangan. Kebetulan Alex-lah yang mendapati Mia hampir pingsan menahan sakit dan kebetulan Alex yang mengetahui rahasia Mia. Emmm, no no no, semuanya bukan kebetulan. Alex dan Mia sejak awal sudah ditakdirkan bersama.
Awalnya saya masih bisa menahan air mata. Di akhir saya menutup buku, ketika saya menyelesaikan buku itu akhirnya air mata saya tumpah. Ya Tuhan, apa dosa mereka berdua sehingga mereka tidak bisa bersama? Mengapa hidup begitu tidak adil pada mereka? *sabaaarrr sabaaarrrr* Ehem. Okay. Semakin saya menulis review ini semakin saya ingin membocorkan semuanya. Saya korban kesekian dari buku Sunshine Becomes You ini.


"Aku khawatir. Aku takut. Tapi aku tidak mungkin menunjukkan apa yang kurasakan di hadapannya. Setiap kali kondisinya memburukdan dia hampir tidak bisa berjalan, aku bisa merasakan rasa frustasinya dan aku berharap aku bisa memberikan seluruh tenagaku kepadanya. Setiap kali dia mendapat serangan dan menangis menahan rasa sakit, aku berharapbisa menggantikannya dan mengambil semua rasa sakit itu darinya supaya dia tidak perlu merasakan sakit sedikitpun"
"Tapi aku tidak bisa menunjukkan kelemahan seperti itu dihadapannya. Dia membutuhkan seseorang yang bisa mendukungnya, seseorang yang bisa membantunya ketika dibutuhkan, yang bisa diandalkan, seseorang yang bisa meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Jadi kuputuskan aku harus menjadi orang seperti itu."


Tapi quote Alex yang sangaaatt saya sukai bukan itu. Saya tersenyum ketika Alex menceritakan dongeng pangeran dan gadis desa kepada Mia. Dan, wow, it's so cute! Alex menyatakan cintanya lewat dongeng itu :3

"Karena sang pangeran jatuh cinta pada gadis desa itu."



Anyway, bintang 4 dari 5. Saya gak terbiasa dengan sad ending walaupun ini AH-MA-ZING.
Udah ah, gak lucu kalau saya nangis ketika review novel ini >.<

Sunday, August 5, 2012

Never Let Me Go - Jangan Lepaskan Aku


Dari luar, Hailsham tampak seperti sekolah asrama Inggris yang menyenangkan, jauh dari sentuhan kota besar. Murid-muridnya terpelihara dengan baik, diajari seni, olah raga, dan ilmu pengetahuan. Namun anehnya mereka sama sekali tidak diajai tentang dunia luar dan mereka tidak berhubungan dengan dunia di luar asrama mereka.

Kathy, yang kini sudah dewasa, mengenang kembali masa-masanya di Hailsham. Persahabatannya dengan Ruth dan Tommy, teman masa kanak-kanaknya, mengingatkannya pada masa kecilnya di asrama tersebut. Namun ingatan itu juga membuka berbagai rahasia di balik dinding Hailsham. Di tempat itu ternyata manusia dikloning agar bisa menyediakan organ-organ yang dibutuhkan oleh penduduk dunia luar yang sakit.

Kisah yang sangat menyentuh ini bercerita tentang kehidupan dan kematian, serta mempertanyakan moral arogansi manusia dalam dunia yang semakin canggih.

Kathy H., yang saat ini sudah berusia 31 tahun, mengenang kembali masa kecil dan remajanya ketika ia masih "bersekolah" di Hailsham. Hailsham adalah sebuah sekolah sekaligus asrama di Inggris dimana para siswa menerima pelajaran selayaknya sekolah umum seperti seni, olahraga, dan ilmu pengetahuan lainnya. Namun para siswa tidak pernah tahu seperti apa dunia di luar Hailsham, karena mereka memang tidak diperbolehkan tahu. Disinilah, Kathy bertemu dengan sahabat hingga akhir hayatnya, Ruth dan Tommy.

Bagian pertama dari buku ini menceritakan kehidupan Kathy selama berada di Hailsham. Seperti sekolah, Hailsham juga punya sosok guru yang disebut sebagai guardian. Para guardian bertanggung jawab atas pendidikan dan kehidupan para siswa selama di Hailsham hingga saatnya mereka "lulus" di umur 16 tahun. Kathy bertemu Ruth ketika usia mereka masih 8 tahun, setelah Ruth "merekrutnya" menjadi pengawal rahasia Miss Geraldine, guardian favorit mereka. Sejak saat itu, Kathy, Ruth, dan beberapa teman lainnya menjadi sulit dipisahkan, terutama Kathy dan Ruth yang beranjak menjadi sahabat baik. Kathy juga mempunyai hubungan persahabatan dengan Tommy, siswa laki-laki yang sering diejek karena tidak menjadi "kreatif" dan sering kehilangan kontrol atas dirinya ketika sedang dalam keadaan marah. Ruth dan Tommy akhirnya juga saling mengenal bahkan menjadi sepasang kekasih dan tetap menjadi sahabat baik bagi Kathy. Di Hailsham juga diungkapkan kalau para siswa itu - termasuk Kathy, Ruth, dan Tommy - adalah manusia kloning, yang disiapkan untuk melakukan donor organ terhadap manusia normal yang sakit (atau disebut "donasi").

Bagian kedua dari buku ini mengisahkan ketika Kathy dan teman-teman seangkatannya yang sudah "lulus" dari Hailsham dan ditempatkan tersebar guna mempersiapkan mereka untuk menjadi perawat atau melakukan donasi pertamanya. Kathy, Ruth, dan Tommy mendapatkan tempat yang sama, yang dinamakan Cottage. Bagian ini mengisahkan Kathy yang sudah memasuki usia 16 tahun dan layaknya manusia normal juga mendambakan pasangan hidup. Para siswa, yang sudah diberitahu bahwa walaupun mereka melakukan hubungan seks-pun tidak akan bisa mempunyai bayi. Karena hal itu, Kathy yang sedang dalam masa puber-pun tak melewatkan kesempatan untuk mencobanya. Emmm, agak risih karena beda dengan budaya kita, namun diceritakan kalau Kathy sudah berhubungan seks dengan beberapa laki-laki selama di Cottage. Hubungan persahabatannya dengan Ruth merenggang dan akhirnya Kathy mendaftarkan diri untuk menjadi perawat setelah Kathy merasa Ruth mengecewakannya.

Kathy di bagian ketiga buku ini sudah menjadi perawat bahkan menjadi perawat yang disegani sehingga ia memperoleh kesempatan untuk memilih donor yang akan dirawatnya. Sebagai perawat, Kathy harus berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, berganti-ganti merawat donor. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjadi perawat Ruth, sahabat masa kecil dan dewasanya yang dimana pada donasi pertamanya Ruth hampir gagal. Setelah ia kehilangan Ruth pada donasinya yang kedua, ia akhirnya menjadi perawat Tommy, yang akan memasuki donasi ketiganya. Tommy dan Kathy-pun akhirnya menjadi sepasang kekasih, sampai pada perpisahan mereka karena Tommy ingin mengganti perawat ketika akan menghadapi donasinya yang keempat, donasi yang terakhir.

Bagian awal buku ini memang agak membosankan, kecuali di bagian kedatangan Madame yang rutin mengambil karya seni mereka untuk "galerinya". Bagian itu cukup membuat saya penasaran namun rasa ingin tahu saya harus saya pendam ketika kisah si Madame ini tidak begitu diuraikan di bagian kedua. Kisah si Madame ini kembali di bagian ketiga buku ini dan menurut saya menguak semua yang terjadi di Hailsham dan ada apa dengan para siswa Hailsham. Jujur, agak susah mengerti kata-kata yang ada di buku ini dan jadi ngebayangin gimana baca versi aslinya. Tapi, buku ini secara keseluruhan menarik - at least bagi saya - karena berani mengangkat kontroversi manusia kloning. Bintang 3 dari 5, karena agak membosankan dari awal sampai tengah :p

Thursday, August 2, 2012

Olympic's Soap Opera

Bulutangkis di Olimpiade London 2012 ini, selama 2 hari terakhir ini sedang mengalami hari gelapnya. Kalau di Sepakbola ada pengaturan skor, kali ini Bulutangkis mengalami apa yang saya namakan pengaturan lawan. Skandal ini terjadi di ranah Ganda Putri, melibatkan 1 pasangan China, 1 pasangan Indonesia, dan 2 pasangan Korea Selatan di pertandingan babak akhir kualifikasi grup yang memperebutkan juara dan runner-up grup A dan grup C. Kemarin pagi, alih-alih dapet berita kemenangan yang saya tunggu sejak semalam (pertandingannya subuh, ngantuk abis nontonnya), saya malah dapet kabar gak enak dari pertandingan Greysia Polii/Meiliana Jauhari vs Ha Jung Eun/Kim Min Jung yang diwarnai Black Card. Jujur kaget, apa yang terjadi sih sampai wasit mengeluarkan Black Card yang berarti pemain didiskualifikasi? Usut punya usut, berbekal naluri kepo yang saya punya akhirnya saya menemukan inilah ceritanya.

Pertandingan Ganda Putri Grup C 01 Agustus kemarin mempertemukan Greysia Polii/Meiliana Jauhari (INA) vs Ha Jung Eun/Kim Min Jung (KOR) guna memastikan juara dan runner-up grup C. Game 1 direbut Greysia/Meiliana. Game 2 direbut HJE/KMJ. Di Game ke-3 inilah terjadi kekacauan itu. Dianggap tidak bermain serius, wasit pertandingan menegur kedua pasangan Ganda Putri ini bahkan sedenger saya sampai 4 kali di tegur. Akhirnya wasit kehormatan turun gunung dan menghadiahi Greys/Mel dan HJE/KMJ kartu hitam yang berarti kedua pemain di diskualifikasi. Pelatih Indonesia dan pelatih Korea sontak memprotes keputusan wasit kehormatan tersebut. Setelah berdiskusi, akhirnya kartu hitam dicabut dan pertandingan kembali dilanjutkan. HJE/KMJ yang telah memimpin jauh akhirnya menang, karena Greys/Mel tidak bisa mengejar perolehan poin mereka. Usut punya usut, mereka dianggap mencari kekalahan untuk bisa menjadi runner-up grup. Kenapa begitu? Ternyata, di grup A Wang Xiaoli/Yu Yang "mengalah" pada Jung Kyung Eun/Kim Ha Na dan menjadi runner-up grup. Tentu saja itu mimpi buruk bagi Greys/Mel dan HJE/KMJ. Format di perempat final yang mempertemukan juara grup A dan runner-up grup C serta juara grup C dan runner-up grup A memaksa ke-empat pasangan ganda putri itu "mengatur" lawan. Skandal ini sampai di meja komite BWF dan IOC turun tangan dan mendakwa ke-empat pasang ganda putri tersebut. Sampai kemarin sore, belum ada keputusan apa-apa sehingga menurut jadwal ke-empat pasang pemain itu masih harus bertanding di malam harinya.
Kira-kira jam 19.30 waktu Indonesia, saya sedang iseng-iseng buka twitter dan jadi syok karena ternyata Wang Xiaoli/Yu Yang, HJE/KMJ, JKE/KHN, dan Greys/Mel akhirnya didiskualifikasi dari Olimpiade 2012. Timeline akhirnya ramai dengan berita diskualifikasi tersebut dan ternyata pihak Indonesia dan Korea Selatan mengajukan banding. Namun pada akhirnya, pihak Indonesia dan Korea mencabut banding dan menerima diskualifikasi yang diterima pemain mereka.

Kenapa harus terjadi kejadian "mengalah" ini? Menilik jauh ke pertandingan sebelumnya, semua ini berawal dari kekalahan Tian Qing/Zhao Yunlei dari pasangan Denmark, Kamilla Rytter-Juhl/Christina Pedersen. TQ/ZYL, yang diprediksi akan memuncaki grup D malah harus mengakhiri fase grup dengan posisi runner-up, yang memungkinkan all Chinese Semifinal, karena diprediksi Wang Xiaoli/Yu Yang akan memuncaki grup A. Asumsi saya (dan semua BL), paduka Li Yongbo yang menginginkan all Chinese Final di ranah Ganda Putri ini "memerintahkan" Wang Xiaoli/Yu Yang untuk mengalah, sehingga kedua ganda China itu nantinya berbeda pool. Permainan jelek diperagakan Wang/Yu melawan JKE/KHN dengan sengaja membuat error, atau sekedar salah service, atau apapun yang kalau kita lihat saja males nontonnya. Alih-alih menempatkan anak buahnya di final, Li Yongbo harus merelakan Wang/Yu di diskualifikasi.

Hashtag #BannedChineseBadminton sempat menjadi Trending Topics Indonesia karena para BL yang kesal dengan kelakuan para punggawa China. Sebenarnya kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di bulutangkis. Selama super-series, sudah berkali-kali China menerapkan pola mengalah dan dikalahkan ini ketika terjadi pertandingan antara China vs China. Namun baru kali ini masalah tersebut diusut dan Indonesia serta Korea menjadi tumbal dari permasalahan ini. Menurut para kritikus, atlet, dan para mantan atlet Bulutangkis dunia, yang harusnya dikritik adalah format pertandingan bulutangkis di Olimpiade 2012 ini menerapkan pola Round Robin (sistem grup), yang berbeda dengan Olimpiade 4 tahun lalu. Menurut Gail Emms, mantan atlet bulutangkis asal Inggris Raya, sebenarnya tidak masalah jika mereka melakukan hal tersebut karena hal tersebut termasuk taktik. Format Round-Robin yang diterapkan tahun ini memaksa para pelatih memutar otak untuk mengamankan jalan anak buah mereka menuju medali emas. Jika saja format knock-out yang diterapkan, tidak akan mungkin terjadi hal seperti ini. Hufff.............

Wang Xiaoli/Yu Yang, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, Jung Eun Kyung/Kim Ha Na, dan Greysia Polii/Meiliana Jauhari adalah tumbal (IMO loh) untuk format Round-Robin di Olimpiade 2012 ini. Buntut dari drama ini-pun menyedihkan. Jika HJE/KMJ, JKE/KHN, dan Greys/Mel dalam keadaan baik-baik saja, beda ceritanya dengan Wang/Yu. Mereka disalahkan Komite Olimpiade China untuk masalah ini. Khusus untuk Yu Yang memang rumornya akan pensiun setelah Olimpiade 2012 ini dan karena masalah ini Yu Yang dipastikan akan gantung raket. Entah karena keinginan sendiri ataupun paksaan dari pihak mereka, Yu Yang sendiri yang mengkonfirmasi kepastian gantung raketnya di akun QQ-nya (twitternya China). Well, Olimpiade kembali menelan korban. Setelah di 2008 Lu Lan "dipaksa" mengundurkan diri karena kalah dari Maria Kristin, sekarang Yu Yang yang akan gantung raket akibat masalah ini.

Khusus untuk kak Greys dan ci Mel : mungkin belum saatnya kalian merasakan emas Olimpiade, namun disaat lain kalian akan merasakan yang lebih besar dari sekedar titel juara Olimpiade. Keep strong because we are still standing behind you for support you, whatever is happening right now :)

*updated* walaupun masing-masing terkena diskualifikasi, tapi inilah persahabatan di antara para Olympians. Salute!