"Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun"
"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu"
Apa rasanya mendengar janji setia sehidup semati diatas?
Merinding, kalau saya pribadi. Hidup sempurna hanyalah milik Tuhan, namun kita manusia haruslah mewujudkan hidup yang saling melengkapi. Tidak ada manusia yang sangat berlebihan atau sangat kekurangan, maka dari itu setiap insan diharapkan melengkapi pasangannya masing-masing. Janji diatas tidaklah muluk-muluk, Habibie dan Ainun mau berusaha mengisi kekurangan masing-masing dengan segenap kekuatan mereka masing-masing.
Lagi-lagi hidup memang kejam dan tidak pernah mulus. Kehidupan rumah tangga Habibie dan Ainun muda tidak luput dari masalah. Dari rumah flat yang kecil, kemampuan Habibie yang diragukan rekan kerjanya, musim dingin yang menyiksa Ainun yang tengah hamil, keadaan finansial yang tidak menguntungkan - seakan terus menghimpit kehidupan cinta mereka. Namun, lagi-lagi juga, mereka saling menguatkan.
"Setiap terowongan pasti memiliki ujungnya, setiap ujungnya pasti ada cahaya. Saya janji akan membawamu ke cahaya itu"
"Kamu itu orang yang paling keras kepala dan paling sulit yang saya kenal. Tapi jika aku harus mengulang hidupku, aku akan tetap memilih kamu"
Ah, saya memang bukan pada kapasitasnya mengomentari film ini, tapi boleh-boleh saja toh sebagai penonton saya ikutan mengomentari film ini :D. Saya angkat 4 jempol buat aktingnya Reza Rahadian yang pol abis menjadi Pak Habibie. Yang bikin salut ya cara bicaranya yang bisa banget seperti cara bicaranya Pak Habibie! Apa yang harus saya tulis lagi? Surat Cinta Pak Habibie kepada Ibu Ainun yang sangat menyentuh :')
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak demikian hebat adalah
kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang sekejap saja
lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya...
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...
Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama engkau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini..
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu, sayang
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua
Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia...
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku dapat mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dariNya, dan kembali padaNya...
kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang
cahaya mataku
penyejuk jiwaku
Selamat jalan
calon bidadari surgaku...
"Kamu jangan pernah takut kehilangan saya, karena kita adalah satu..."


0 comments:
Post a Comment