CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, December 29, 2012

Habibie & Ainun

Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas dengan jalur karir terbuka lebar untuknya. Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan misi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan menuju mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian, serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi? (blitzmegaplex.com)

"Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun"
"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu"

Apa rasanya mendengar janji setia sehidup semati diatas? 
Merinding, kalau saya pribadi. Hidup sempurna hanyalah milik Tuhan, namun kita manusia haruslah mewujudkan hidup yang saling melengkapi. Tidak ada manusia yang sangat berlebihan atau sangat kekurangan, maka dari itu setiap insan diharapkan melengkapi pasangannya masing-masing. Janji diatas tidaklah muluk-muluk, Habibie dan Ainun mau berusaha mengisi kekurangan masing-masing dengan segenap kekuatan mereka masing-masing.
Lagi-lagi hidup memang kejam dan tidak pernah mulus. Kehidupan rumah tangga Habibie dan Ainun muda tidak luput dari masalah. Dari rumah flat yang kecil, kemampuan Habibie yang diragukan rekan kerjanya, musim dingin yang menyiksa Ainun yang tengah hamil, keadaan finansial yang tidak menguntungkan - seakan terus menghimpit kehidupan cinta mereka. Namun, lagi-lagi juga, mereka saling menguatkan.

"Setiap terowongan pasti memiliki ujungnya, setiap ujungnya pasti ada cahaya. Saya janji akan membawamu ke cahaya itu"
"Kamu itu orang yang paling keras kepala dan paling sulit yang saya kenal. Tapi jika aku harus mengulang hidupku, aku akan tetap memilih kamu"

Ah, saya memang bukan pada kapasitasnya mengomentari film ini, tapi boleh-boleh saja toh sebagai penonton saya ikutan mengomentari film ini :D. Saya angkat 4 jempol buat aktingnya Reza Rahadian yang pol abis menjadi Pak Habibie. Yang bikin salut ya cara bicaranya yang bisa banget seperti cara bicaranya Pak Habibie! Apa yang harus saya tulis lagi? Surat Cinta Pak Habibie kepada Ibu Ainun yang sangat menyentuh :')

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. 
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, 
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak demikian hebat adalah
kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang sekejap saja
lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya...
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...
Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama engkau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini..
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu, sayang
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua
Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia...
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku dapat mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dariNya, dan kembali padaNya...
kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang
cahaya mataku
penyejuk jiwaku
Selamat jalan
calon bidadari surgaku...

"Kamu jangan pernah takut kehilangan saya, karena kita adalah satu..."

Saturday, December 15, 2012

5cm.

"17 Agustus di puncak tertinggi Jawa, 5 sahabat 2 cinta, sebuah mimpi mengubah segalanya"
Genta, Arial, Zafran, Riani, dan Ian adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan persahabatan mereka dan akhirnya kelimanya memutuskan untuk berpisah, tidak saling komunikasi satu sama lain selama tiga bulan lamanya. 
Selama tiga bulan berpisah penuh kerinduan, banyak yang terjadi dalam kehidupan mereka berlima, sesuatu yang mengubah diri mereka masing-masing untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan. Setelah tiga bulan berselang mereka berlimapun bertemu kembali dan merayakan pertemuan mereka dengan sebuah perjalanan penuh impian dan tantangan. Sebuah perjalanan hati demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih di puncak tertinggi Jawa pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan penuh perjuangan yang membuat mereka semakin mencintai Indonesia. 
Sebuah perjuangan atas impian, perjalanan hati yang merubah hidup mereka untuk selamanya. (taken from 21cineplex.com)

Genta, Arial, Zafran, Ian, dan Riani tidak pernah melewatkan satu akhir pekan-pun tanpa bersama-sama yang telah berlangsung selama 10 tahun lebih, walaupun mereka masing-masing mempunyai aktivitas masing-masing yang berbeda. Suatu malam, di secret garden mereka di rumah Arial, mereka akhirnya memutuskan break dari kegiatan pertemanan mereka, tanpa komunikasi sama sekali di antara mereka yang akan berlangsung selama 3 bulan, dengan janji akan bertemu di tanggal 14 Agustus dengan suatu perayaan yang tidak akan pernah dilupakan mereka. Selama 3 bulan itu, mereka masing-masing menjalani aktivitasnya : Genta sebagai EO, Riani bekerja kantoran, Zafran dengan usaha mendekati adik Arial - Arinda atau Dinda, Arial yang berusaha pedekate dengan teman di gym-nya - Indy, dan Ian yang bekerja keras untuk menyelesaikan skripsinya. 7 Agustus, masing-masing menerima reminder dari Genta untuk "perayaan" di tanggal 14 Agustus nanti : pertemuan di Stasiun Senen jam 14.00. Sampai akhirnya mereka sampai di tujuan yaitu Malang, akhirnya Genta memberitahu "perayaan" yang dimaksud : perjalanan mendaki menuju Puncak Mahameru di tanggal 17 Agustus.

Baru kali ini saya bener-bener puas sama film hasil adaptasi dari novel. Rasanya waktu nonton film ini adalah film itu adalah visualisasi dari imajinasi saya selama saya membaca buku. Walaupun banyak yang dipotong, namun bagi saya gak masalah. Kisahnya tetap mengalir lembut dengan latar belakang keindahan alam kompleks Bromo-Tengger-Semeru dan benar saja, Ranukumbolo adalah surga bagi para pendaki Mahameru. Keindahan yang seperti di foto-foto atau lukisan bergambar danau dan hutan serta gunung, itulah Ranukumbolo, bagaikan lukisan alam yang luar biasa indah. Bagi saya pribadi, setelah membaca novel dan nonton filmnya, saya jujur saja bersyukur sekali kepada Tuhan atas keindahan alam Indonesia yang luar biasa. Jadi, saya rpibadi gak bisa banyak berkomentar karena puas banget akan film ini - sesuai ekspetasi saya :)


"Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, di depan kening kamu, jangan menempel. Biarkan dia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu..."