CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Wednesday, June 6, 2012

Premortem


Sejarah, ingatan, khayalan; fakta dan sains-fiksi; harapan dan religiusitas, bercampur jadi satu dalam perjalanan hidup seorang lelaki dan seorang wanita. Hingga sebuah kejadian menyadarkan mereka untuk mengubah dirinya, mengubah takdirnya.

Premortem mengajak Anda berpikir, merangkai benang merah, dan membongkar sendiri semua petunjuk tersembunyi. Apa yang sesungguhnya terjadi pada tokoh-tokoh cerita? Siapa mereka sebenarnya?
Siapakah Anda sebenarnya?
Tugas Anda untuk membaca dan menjawab.

ANDA kunci utama rahasia novel ini.

Awal ketertarikan saya akan buku ini adalah ketika mengetahui bahwa buku ini punya TRAILER. Ya, trailer film. Aneh? Makanya saya tertarik. Dari sinopsisnya sudah jelas sebenarnya, bahwa kita-lah yang sebagai pembacanya yang menentukan jalan cerita ini. Jadi, untuk review-nya pun ini berdasarkan apa yang saya inginkan dari cerita ini. Jadi, harusnya sih bisa dikatakan kalau review untuk buku ini setiap orangnya pasti berbeda.

Tokoh utama di cerita ini adalah "Aku". "Aku" disini bisa berupa laki-laki dan perempuan dan pasti bisa membedakan mana "Aku" yang laki-laki dan "Aku" yang perempuan. Menurut saya, buku ini punya setidaknya 3 cerita. Ceritanya tidak berhubungan seperti novel biasanya, bersambung-sambung dan dipisahkan alur cerita yang lainnya. Ribet? Saya aja bingung jelasinnya bagaimana. Bagi saya, novel ini bagaikan buku cerita anak-anak yang suka saya baca di toko buku, buku petualangan yang menghendaki kita mencari sendiri petualangannya. Kata-katanya seperti ini, misalkan : "Jika kamu ingin masuk ke dalam hutan, lanjut ke halaman 5". Pernah dengar kan buku cerita petualangan yang seperti itu? Ya, kira-kira seperti itu contohnya namun tidak ada kata-kata seperti itu di buku ini. Kita harus menebak sendiri cerita mana yang berhubungan dengan cerita mana.

Untuk saya sendiri, saya merasa ada beberapa cerita yang sebenarnya saling berhubungan. Tapi, jujur. Ini buku pertama yang membuat saya pusing - dalam arti sebenarnya. Karena bingung dengan cerita yang satu dengan cerita yang lainnya, akhirnya saya memutuskan untuk rehat sementara dari buku ini dan baru menyelesaikannya Senin lalu. Emmm... sebenarnya saya juga bingung apakah ini bisa disebut sebagai review atau tidak.

Yang pasti, untuk mengerti dan menjawab pertanyaan dari buku ini adalah membaca dulu keseluruhan buku ini lalu membaca ulang sesuai step cerita yang benar, yang tentunya anda tentukan sendiri. Pernah ada pertanyaan di twitter tentang kode di halaman 115 dan saya bertekad memecahkan pertanyaan itu..... tapi nanti. Hehehe... buku ini butuh otak yang prima dan mata yang awas untuk membacanya :p

0 comments:

Post a Comment