CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Friday, June 29, 2012

Gadis Pantai


Gadis Pantai lahir dan tumbuh di sebuah kampung nelayan di Rembang, Jawa Tengah. Cukup manis untuk memikat hati seorang pembesar santri setempat; seorang Jawa yang bekerja pada administrasi Belanda. Dia diambil sebagai gundik dan menjadi Mas Nganten: perempuan yang melayani kebutuhan seks pembesar sampai kemudian Pembesar tersebut memutuskan untuk menikah dengan perempuan yang sederajat dengannya.

Mulanya perkawinan tersebut memberi prestise baginya di kampung halamannya. Ia naik derajat menjadi Bendoro Putri. Tapi itu tak berlangsung lama. Ia terperosok kembali ke tanah. Orang Jawa yang telah memilikinya, tega membuangnya setelah ia melahirkan seorang bayi perempuan.

Roman ini menusuk feodalisme Jawa tepat di jantungnya yang paling dalam!

Entah kenapa pengen banget nge-review buku ini. Saya membaca buku ini sudah sejak zaman SMP dan saat itu membaca buku ini sebagai tugas Bahasa Indonesia belaka (baca : terpaksa). Bahkan sampai deadline tugasnya, setengah saja-pun tidak habis! Buku ini habis ketika saya menunggu di Gereja untuk misa Jumat Agung. Dan sekarang... saya tidak habis pikir kenapa saya pengen banget nge-review buku ini. Padahal buku ini belum saya baca ulang.

Namanya Gadis Pantai, tidak punya nama lain. Ia hidup bersama Ayah dan Ibunya di perkampungan nelayan. Dahulu ia punya kakak, namun meninggal di laut dan tak diketemukan jasadnya. Gadis Pantai "terpilih" menjadi istri pembesar di Rembang, yang dikala itu merupakan gengsi tinggi di perkampungannya. Diantar Ayah dan Ibunya ke kota dan tidak pernah sama sekali melihat sosok calon suaminya itu. Bahkan saat ijab kabul-pun sang Pembesar diwakilkan oleh sebilah keris. Semenjak menikah, Gadis Pantai pindah ke rumah suaminya di kota.
Ia mendapat nama baru : Mas Nganten. Di rumah sang Bendoro, ia mendapat seorang abdi, seorang abdi perempuan yang senantiasa menemani dan mengajari Mas Nganten tata krama di rumah Bendoro. Namun, seperti yang ada di dalam sinopsisnya, posisinya sebagai Mas Nganten tak berlangsung lama. Setelah ia melahirkan anak perempuan (sedangkan Bendoro menginginkan anak laki-laki), ia didepak dari rumah sang Bendoro dan tragisnya, ia tidak boleh membawa putrinya.

Sejatinya, buku ini merupakan trilogi (akhir dari buku ini memang menggantung). 2 buku dari trilogi ini sudah lenyap tak bersisa saat pembredelan di zaman Orde Baru. Buku ini saja diselamatkan bukan di Indonesia melainkan oleh orang asing di Australia (kalau gak salah :p) dan berkatnya, buku ini kembali ke bumi pertiwi dengan cetakan baru. Padahal pengen banget baca lanjutannya, walaupun harus dengan berpikir agak ekstra dengan bahasa yang dipakai Pak Pram (Alm) yang "ketinggian" buat saya. Ceritanya memang agak menyebalkan buat perempuan namun itulah kenyataan yang terjadi di zaman penjajahan Belanda di Jawa, dimana perempuan selalu menjadi nomor kedua. Juga menjadi menyebalkan ketika Bendoro merasa tidak puas ketika Gadis Pantai melahirkan bayi perempuan, padahal siapa juga yang tahu bayi yang dikandungnya itu berjenis kelamin apa mengingat belum ada teknologi USG di zaman itu. Hufff...

Thursday, June 28, 2012

A Month of Fanatism

Tanggal 2 Juli 2012 (waktu Indonesia) mendatang, pesta akbar sepakbola Eropa akan berakhir. Dijuluki sebagai World Cup versi mini, perhelatan Euro Cup memang tak kalah gengsi dibandingkan dengan perhelatan World Cup. Euro Cup tahun ini bertempat di Polandia dan Ukraina yang dihelat dari tanggal 8 Juni dan berpuncak pada 1 Juli (waktu setempat) atau tanggal 2 Juli waktu Indonesia. Berbekal sebagai juara bertahan, tim raksasa Spanyol mendapatkan gelar unggulan pertama. Disusul Jerman sebagai runner-up Euro Cup 2008. Well, untuk jagoan saya sendiri ada 3; Spanyol, Jerman, dan Italia.
Butuh pengorbanan cukup besar untuk bisa menyaksikan pertarungan tim-tim kelas atas dunia ini. Yang paling signifikan adalah jam tidur. Ketika masih babak penyisihan, masih ada pertandingan yang dihelat jam 23.00 waktu Jakarta. Memasuki babak perempat final, semua pertandingan dihelat pukul 19.45 waktu setempat atau pukul 01.45 pagi waktu Jakarta. Menjaga kondisi agar bisa tetap menonton dan pagi-paginya dapat bekerja adalah hal mutlak.


Well, hari ini tersisa 3 negara saja. Spanyol, yang sudah menjejakkan kaki di babak final. Lalu ada Jerman dan Italia yang masih harus bertarung malam nanti. Siapa yang bakal masuk final? Prediksi saya sejak semula adalah Spanyol vs Jerman di partai puncak dan berharap Jerman yg menjadi kampiun Euro Cup 2012. Tapi bola itu bundar, semua hal bisa terjadi di atas lapangan hijau :)

Wednesday, June 6, 2012

Premortem


Sejarah, ingatan, khayalan; fakta dan sains-fiksi; harapan dan religiusitas, bercampur jadi satu dalam perjalanan hidup seorang lelaki dan seorang wanita. Hingga sebuah kejadian menyadarkan mereka untuk mengubah dirinya, mengubah takdirnya.

Premortem mengajak Anda berpikir, merangkai benang merah, dan membongkar sendiri semua petunjuk tersembunyi. Apa yang sesungguhnya terjadi pada tokoh-tokoh cerita? Siapa mereka sebenarnya?
Siapakah Anda sebenarnya?
Tugas Anda untuk membaca dan menjawab.

ANDA kunci utama rahasia novel ini.

Awal ketertarikan saya akan buku ini adalah ketika mengetahui bahwa buku ini punya TRAILER. Ya, trailer film. Aneh? Makanya saya tertarik. Dari sinopsisnya sudah jelas sebenarnya, bahwa kita-lah yang sebagai pembacanya yang menentukan jalan cerita ini. Jadi, untuk review-nya pun ini berdasarkan apa yang saya inginkan dari cerita ini. Jadi, harusnya sih bisa dikatakan kalau review untuk buku ini setiap orangnya pasti berbeda.

Tokoh utama di cerita ini adalah "Aku". "Aku" disini bisa berupa laki-laki dan perempuan dan pasti bisa membedakan mana "Aku" yang laki-laki dan "Aku" yang perempuan. Menurut saya, buku ini punya setidaknya 3 cerita. Ceritanya tidak berhubungan seperti novel biasanya, bersambung-sambung dan dipisahkan alur cerita yang lainnya. Ribet? Saya aja bingung jelasinnya bagaimana. Bagi saya, novel ini bagaikan buku cerita anak-anak yang suka saya baca di toko buku, buku petualangan yang menghendaki kita mencari sendiri petualangannya. Kata-katanya seperti ini, misalkan : "Jika kamu ingin masuk ke dalam hutan, lanjut ke halaman 5". Pernah dengar kan buku cerita petualangan yang seperti itu? Ya, kira-kira seperti itu contohnya namun tidak ada kata-kata seperti itu di buku ini. Kita harus menebak sendiri cerita mana yang berhubungan dengan cerita mana.

Untuk saya sendiri, saya merasa ada beberapa cerita yang sebenarnya saling berhubungan. Tapi, jujur. Ini buku pertama yang membuat saya pusing - dalam arti sebenarnya. Karena bingung dengan cerita yang satu dengan cerita yang lainnya, akhirnya saya memutuskan untuk rehat sementara dari buku ini dan baru menyelesaikannya Senin lalu. Emmm... sebenarnya saya juga bingung apakah ini bisa disebut sebagai review atau tidak.

Yang pasti, untuk mengerti dan menjawab pertanyaan dari buku ini adalah membaca dulu keseluruhan buku ini lalu membaca ulang sesuai step cerita yang benar, yang tentunya anda tentukan sendiri. Pernah ada pertanyaan di twitter tentang kode di halaman 115 dan saya bertekad memecahkan pertanyaan itu..... tapi nanti. Hehehe... buku ini butuh otak yang prima dan mata yang awas untuk membacanya :p