CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, October 27, 2011

Minority

140 karakter di Twitter rasanya sangat amat gak cukup untuk mencurahkan perasaan aneh gue ketika lagi baca Garis Batas. Agustinus Wibowo, penulis buku tersebut menuliskan sesuatu yang sangat menyentil hati gue : "terlahir sebagai seorang minoritas". Terngiang-ngiang bener, minoritas.
Membaca sekilas perjalanan hidup dari sang penulis, emank berbeda jauh dari pengalaman hidup gue. Sebagai minoritas yang terlahir di ujung zaman Orde Baru, rasanya gue gak mengalami hal-hal yang aneh-aneh. Hidup gue lurus-lurus aja, tanpa ada rasa takut, rendah diri, atau rasa apapun yang dikarenakan gue terlahir sebagai minoritas.
Hidup ini emank punya dua sisi koin. Tidak akan ada plus jika tidak ada minus. Tidak akan ada yang namanya mayoritas jika tidak ada minoritas. Minoritas emank gak bisa dilepasin dari kehidupan ini. Di setiap sisi wilayah, pasti ada kaum minoritas yang (biasanya) "hidup di dunianya sendiri". Kaum minoritas biasanya pasrah dengan apa yang sudah ditentukan tanpa adanya perlawanan, karena jika ada perlawanan itu berarti perang. Agak serem sih emank, tapi rata-rata kenyataan seperti itu.
Bersyukurlah gue yang hidup di Indonesia dewasa ini. Indonesia kini yang sudah agak mulai terbiasa dengan kehadiran golongan-golongan minoritas, sudah bisa menerima keberadaan kami sebagai makhluk minor. Walaupun masih ada beberapa golongan yang mungkin masih tidak bisa menerima, masyarakat Indonesia dewasa ini, khususnya kaum muda sudah berpikir global dan modern. Mereka sudah bisa saling bertukar pikiran dengan manusia yang bukan sebangsanya dan mulai berpikir kalau gue dan mereka adalah Indonesia. Bahkan teman-teman di sekitar gue sepert men-support gue : tidak ada salahnya menjadi minoritas :")


Oh ya, Happy National Blogger Day! I do love blogging :D

0 comments:

Post a Comment