CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, January 7, 2013

goodbye love.

Gak ketemu dua kali Natalan, harusnya sudah merupakan jawaban. Tapi dasar saya, masih mengharap aja Natalan ini ketemu dia. Dan akhirnya harapan sayapun habis seiring berakhirnya masa Natal. Ya, sekali lagi, mungkin inilah jawaban untuk saya.
Menunggu sekian lama tanpa adanya jawaban dan hasil, saya rasa ini sudah cukup. Walaupun saya sadar, saya pasti gak akan bisa menghapusnya dari hidup saya karena dirinya telah sukses menempel di kehidupan saya. Seumur hidup mungkin saya akan selalu membanding-bandingkan pasangan saya (nantinya) dengan dia.

Terima kasih karena sudah mengajari saya arti cinta yang tidak egois. All the best for you.

Tuesday, January 1, 2013

Welcome, 2013!

Umm, well. Malam Tahun Baru yang saya rayakan kali ini adalah malam tahun baru terburuk bagi saya selama 20 tahun ini. Betapa tidak, adik sedang ngambek berat sama saya dan parahnya saya gak bisa merayakan tahun baru bersamanya dan Mama. Sedih-pake banget.
Ngambek-alasannya sepele sih. Namun tetap saja, karena gengsi setinggi langit baik dipihak adik maupun di pihak saya jadinya kita lebih memilih saling mendiamkan. Sedih, ya sedih banget lah. Tapi, kayaknya kalau gak ngomong panjang lebar ke adik rasanya lebih enak karena saya gak ikut campur sama masalahnya. Tapi, lagi-lagi, sikap saya ini membuat saya ditegur sama tante-tante dan om-om saya. Katanya, saya harusnya lebih sabar dalam menghadapi adik saya ini, saya seharusnya tidak boleh mendiamkan adik saya ini, saya seharusnya tetap bersikap baik terhadap adik saya, dan seterusnya. Pertamanya saya berpikir, kenapa malah jadi saya yang ditegur? Jelas-jelas pangkal permasalahannya -menurut saya- adalah adik saya, lantas kenapa saya yang dihujani nasihat?
Namun, sepertinya Tuhan memberikan saya jawaban tepat di hari Pesta Keluarga Kudus Nazaret, 29 & 30 Desember lalu.
Saya dan Mama duduk di belakang kursi yang ditempati satu keluarga yang memiliki sepasang anak perempuan dan laki-laki - dimana yang perempuan adalah si kakak dan yang laki-laki adalah sang adik. Saya hanya berpikir,"persis seperti gue ya...". Awalnya si kakak dan si adik saling bermain, saling iseng, dan saling mengganggu. Entah kenapa, si adik ngambek sama kakaknya. Si adik bahkan sampai menangis dan akhirnya dipeluk oleh Mamanya, sedangkan si kakak diminta pindah tempat duduk di samping Papanya. Waktu bagian salam damai, si kakak sudah mengulurkan tangannya ke si adik untuk melakukan salam damai. Namun, si adik menolak - walaupun sudah dibujuk oleh Mama dan Papanya. Si kakak terlihat sedikit kecewa, namun namanya juga anak kecil, si kakak tidak begitu terlarut pada kekecewaannya itu. Namun, tanpa saya sadari, saya merasa sakit melihat kejadian itu dan puncaknya adalah tanpa sadar, ketika lagu Anak Domba Allah dinyanyikan, saya menangis....

Kecewa rasanya. Saya merasa saya sudah melakukan segala sesuatu yang baik demi adik saya, tapi mengapa balasannya seperti ini?
Inilah yang menjadi bahan permenungan saya diawal tahun 2013 ini.

Saya kurang berlapang dada. Saya kurang ikhlas. Saya kurang bersabar. Saya terlalu banyak menuntut, terlalu banyak mengharap imbalan. Saya tidak memiliki hati yang luas untuk bisa menerima kekecewaan seperti ini. Tidak hanya kepada keluarga, saya juga akhirnya menyadari saya kurang dalam semua hal itu ke teman-teman dan kenalan saya lainnya. Saya terlalu cepat iri, terlalu cepat sakit hati, terlalu cepat menghakimi orang, terlalu cepat melakukan hal-hal buruk.

Well, jadi quote yang cocok untuk bahan permenungan di awal tahun ini saya ambil dari novel mbak Sitta Karina, Seluas Langit Biru dimana kakek Kaminari memberi wejangan ini kepada Aozora Syahrizki :

"Milikilah hati yang luas, seluas langit biru. Di dalam hati yang luas, kamu akan menampung rasa memaafkan yang besar, kekuatan untuk berpikir dan bertindak positif, serta semangat untuk menjelang hari esok yang tidak pernah pudar. Jadilah langit itu, Sora..."

Welcome, 2013 :)

Saturday, December 29, 2012

Habibie & Ainun

Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun. Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas dengan jalur karir terbuka lebar untuknya. Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan misi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman. Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan menuju mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian, serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi? (blitzmegaplex.com)

"Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang terbaik untuk Ainun"
"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi kamu"

Apa rasanya mendengar janji setia sehidup semati diatas? 
Merinding, kalau saya pribadi. Hidup sempurna hanyalah milik Tuhan, namun kita manusia haruslah mewujudkan hidup yang saling melengkapi. Tidak ada manusia yang sangat berlebihan atau sangat kekurangan, maka dari itu setiap insan diharapkan melengkapi pasangannya masing-masing. Janji diatas tidaklah muluk-muluk, Habibie dan Ainun mau berusaha mengisi kekurangan masing-masing dengan segenap kekuatan mereka masing-masing.
Lagi-lagi hidup memang kejam dan tidak pernah mulus. Kehidupan rumah tangga Habibie dan Ainun muda tidak luput dari masalah. Dari rumah flat yang kecil, kemampuan Habibie yang diragukan rekan kerjanya, musim dingin yang menyiksa Ainun yang tengah hamil, keadaan finansial yang tidak menguntungkan - seakan terus menghimpit kehidupan cinta mereka. Namun, lagi-lagi juga, mereka saling menguatkan.

"Setiap terowongan pasti memiliki ujungnya, setiap ujungnya pasti ada cahaya. Saya janji akan membawamu ke cahaya itu"
"Kamu itu orang yang paling keras kepala dan paling sulit yang saya kenal. Tapi jika aku harus mengulang hidupku, aku akan tetap memilih kamu"

Ah, saya memang bukan pada kapasitasnya mengomentari film ini, tapi boleh-boleh saja toh sebagai penonton saya ikutan mengomentari film ini :D. Saya angkat 4 jempol buat aktingnya Reza Rahadian yang pol abis menjadi Pak Habibie. Yang bikin salut ya cara bicaranya yang bisa banget seperti cara bicaranya Pak Habibie! Apa yang harus saya tulis lagi? Surat Cinta Pak Habibie kepada Ibu Ainun yang sangat menyentuh :')

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. 
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, 
aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak demikian hebat adalah
kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang sekejap saja
lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya...
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi...
Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya...
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama engkau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini..
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu, sayang
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua
Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia...
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku dapat mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, kau dariNya, dan kembali padaNya...
kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada
Selamat jalan sayang
cahaya mataku
penyejuk jiwaku
Selamat jalan
calon bidadari surgaku...

"Kamu jangan pernah takut kehilangan saya, karena kita adalah satu..."