CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, April 30, 2012

Heaven on Earth



Tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi...

Jatuh dan membuatku merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku berhenti untuk percaya orang lain. Dikhianati dan membuatku pesimis terhadap cinta. Seperti burung kecil yang baru terbang, dunia menyuruhku untuk belajar semua hal dalam waktu singkat. Aku dipaksa untuk menentukan segala-segalanya seorang diri. Tiba-tiba saja, hidup dewasa tidak semenyenangkan di pikiranku selama ini.

Tapi kau selalu siap berdiri di belakangku...

Kau tetap menyemangati dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Tak putus-putusnya yakin aku bisa mencapai apa pun yang kuinginkan di saat yang lainnya benar-benar meragukanku. Kau membuatku merasa berharga.

Jujur saja, aku lelah berjuang terus. Tapi demi dirimu aku belum akan menyerah dulu. Mungkin aku harus berusaha lebih keras. Mungkin aku harus mencoba sekali lagi - entahlah. Aku tidak akan mengeluh.

Kau membuatku sadar...,
ternyata sejak awal, aku tak pernah dibiarkan sendiri.



Sebelumnya belum pernah melihat buku ini di toko buku. Karena kehabisan bahan bacaan, akhirnya saya meminjam buku ini dari teman kantor. Tertarik karena sampul bukunya yang teduh yang saya rasa cocok dengan judulnya : Heaven on Earth. Membalik buku untuk membaca sinopsis, saya malah bingung. Tulisan yang saya sebut lebih cocok sebagai puisi agak membingungkan saya. Apalagi setelah melihat berbagai review dari pembaca-pembaca sebelumnya yang katanya kecewa, saya malah jadi ragu-ragu buat baca. Tapi, tidak ada salahnya dicoba.

Buku ini punya 2 tokoh utama yang bersahabat, Carla dan Lorent. Sahabat sejak kecil yang kehidupannya agak berbanding terbalik satu sama lain. Carla hidup bersama dengan Bunda dan Alon, adik kecilnya sedangkan Lorent harus hidup berpindah - Senin hingga Kamis dengan Mama dan Jumat hingga Minggu dengan Papa. Carla yang cerewet dan supel harus menjadi pengasuh Alon di rumah selama Bundanya bekerja, mengingat Ayahnya telah tiada. Lorent hidup berkecukupan namun merasakan kekurangan kasih sayang dari kedua orangtuanya yang bercerai, namun ia bertekad menyatukan kembali orangtuanya. Carla yang menganggap Alon sebagai monster dan merasa tugas yang diembannya terlalu berat - akhirya bisa punya pacar keren. Lorent hidup sendiri memutar otak bagaimana ia bisa menyatukan kembali kedua orangtuanya - sampai Tante Nirma datang.

Agak bingung dengan hubungan judul dan isinya, karena bagi saya hampir tidak ada hubungannya. Walau banyak orang yang kecewa dengan ceritanya - ya memang karena konflik yang ditampilkan tidak begitu menonjol - tapi saya menikmati alur ceritanya. Cerita ringan dan manis yang menurut saya pas dibaca se-selesai-nya saya membaca Partikel :p.

Tadinya mau kasih 2 bintang saja karena ceritanya kurang nonjok, namun saya rasa saya harus kasih 1 bintang lagi untuk sampul bukunya yang maniiiisss sekali.

0 comments:

Post a Comment