Well. You've got what I mean I guess. Bukan "surga" yang sesungguhnya, namun lebih seperti perumpamaan dimana saya merasa nyaman ketika berada di tempat itu, sering disebut surga dunia kali ya. Buat saya pribadi, surga dunia itu tidak selalu berada di suatu tempat secara fisik. Surga dunia saya berada di dalam pikiran saya sendiri. Terlihat seperti egois? Tidak masalah buat saya. Saya kadang membutuhkan ego saya untuk membentuk citra diri saya, membentuk jati diri saya menjadi saya pribadi.
Kembali ke konteks surga duniawi bagi saya personal. Surga menurut definisi saya adalah tempat paling nyaman dan paling menyenangkan yang pernah ada. Suatu tempat yang indah, yang dimana ketika kita menempati tempat itu kita sendiri merasa sangat bahagia dan kita merasa sangat "hidup". Setidaknya, itu definisi surga duniawi bagi saya. Beberapa orang mungkin memilih tempat secara fisik untuk menjadi surga duniawinya. Saya juga punya, surga duniawi fisik saya adalah Grand Indonesia. Entah kenapa, saya selalu merasa Grand Indonesia adalah tempat yang sangat nyaman bagi saya. Saya juga tidak pernah berkeberatan untuk sekedar jalan sendiri, tanpa tujuan pasti (hahaha tujuan pasti saya adalah Gramedia, disaat saya tidak punya lagi tujuan ketika berkunjung ke GI).
Saya adalah pecinta buku, pecinta musik, pecinta drama romantis, pecinta film box office, pecinta artis-artis yang keren, pecinta bulutangkis dan sepakbola, pecinta atlet-atlet keren, I'm sure you'll be exhausted when you know what I love much. Saya menyukai banyak hal. You'll think I'm a freak, tidak masalah buat saya. Saya mengakui kalo jika saya menyukai sesuatu, saya akan sangat tergila-gila pada hal itu dan kadang dengan pikiran saya sendiri saya menghidupkan imajinasi terhadap hal itu. Saya berdebat dengan diri saya sendiri ketika waktu nonton The Hunger Games yang jelas berbeda antara buku dan filmnya, saya berangan-angan punya pacar yang sempurna - sesempurna yang digambarkan di novel-novel metropop atau di film-film romantis, saya berkhayal apa yang sekiranya akan terjadi jika Lee Yong Dae atau Simon Santoso berdiri di hadapan saya, saya mempunyai impian besar mengunjungi San Siro di Milan atau Camp Nou di Barcelona, atau saya senang menempatkan diri saya sebagai travel writer yang berkeliling ke berbagai negara di dunia. Ketika saya memikirkan semua hal itu, saya merasa sangaaaaattt hidup. I love it very very much! Hidup di pikiran memang lebih indah dibandingkan dengan hidup di kenyataan.
Adam Young menuliskan kalimat indah ini dalam lirik salah satu lagunya : "Reality is a lovely place but I wouldn't want to live there". Andaikan saya bisa hidup di dalam pikiran saya sendiri, akan betapa indahnya dunia ini. Saya sering kesulitan menemukan teman bicara untuk berbagi segala kegilaan ini. Well, memang semua orang berbeda-beda dan saya kadang-kadang harus menelan kegilaan itu sendirian dan berbaginya lewat tulisan, karena saya pikir jika saya tidak membagi kegilaan ini, saya akan gila beneran :p Walaupun saya suka ogah-ogahan menulis, tapi saya yakin blog adalah salah satu surga duniawi saya!
Jujur, saya merasa lega ketika menulis hal ini. Dan sepertinya, saya akan tetap membagi kegilaan-kegilaan saya pada blog ini. Termasuk saat ini, ketika saya sekarang sangaaaatttt pengen punya pacar seperti Callum, peserta Masterchef Australia yang baru berumur 20 tahun dan masih mahasiswa tapi jago masak! Love youuuu :'3