Agak telat emank baru posting tulisan ini di tanggal segini, 2 hari menjelang berakhirnya SEA Games. But, it's ok lah. Kita bisa ambil dari sisi pandang lainnya.
SEA Games 2011 kali ini bisa dibilang sebagai salah satu SEA Games terhancur yang pernah ada (baca di media loh). Yah, kita sebagai masyarakat gak buta lah ya. Dana pembangunan Wisma Atlet aja diembat sama pihak-pihak yang mengaku sebagai pemerintah. Ketidakberesan dalam hal logistik masih terjadi di beberapa venue olahraga, khususnya di Palembang. Pro dan kontra tentang diundurnya pergelaran SEA Games yang sempat mencuat beberapa hari sebelum Opening Ceremony digelar. Kita aja yang cuma sebagai masyarakat awam aja prihatin ngeliatnya. Apa yang udah ngembat duit sana-sini prihatin ya? *retoris*
Anyway, Opening Ceremony SEA Games yang berlangsung di Jakabaring Sport Centre, Palembang bisa dibilang sebagai upacara pembukaan yang paling megah. Tata cahaya yang eye-catchy, tata musik yang spektakuler, tata panggung yang ajib, bisalah menutupi sebagian kebobrokan persiapan SEA Games ke 26 ini. Dan dunia mengakuinya koq kalo upacara pembukaan yang mengangkat tema tentang salah satu kerajaan terbesar di Indonesia, Sriwijaya ini salah satu yang termegah.
Sampai hari ke-9 penyelenggaraan SEA Games ini barulah bisa gue liat sebagai masyarakat awam kalo SEA Games kali ini cukup sukses. Bahkan, Indonesia telah menjadi juara umum ketika SEA Games menginjak hari ke-8. Bagi gue, ini suatu pencapaian yang sangat luar biasa. Sekarang saatnya nunjukkin, kalo di tingkat ASEAN aja kita udah bisa, harus bisa juga di tingkat Asia bahkan dunia. Kabar yang berhembus jika atlet yang mendapat medali emas akan mengantongi uang sebesar Rp 200.000.000,00. Terus, medali emas kita udah seratus lebih, yang berarti atlet yang sudah menyumbangkan emas kurang lebih ada seratus orang. Emm, kali aja sendiri ya uang yang harus dikeluarkan negara untuk bonus ini. Kalo kata orang-orang,"Itu duit pasti udah gak bisa di korupsi lagi soalnya banyak banget atlet yang dapet medali emas" Gue sih aminin aja deh ;)
Selain faktor atlet, ada satu faktor yang sama sekali gak bisa kita hiraukan. That's supporter. Yep. Selain di bidang olahraga populer seperti Sepakbola, Bulutangkis, Basket, dan Voli pendukung Indonesia di cabang olahraga lainnya juga banyak! Gak bisa kita pungkiri kalo olahraga-lah yang bisa menyatukan 240 juta rakyat Indonesia dan merasa sebagai satu bangsa yang utuh. Begitu hebatnya dukungan rakyat Indonesia terhadap atlet yang membela nama Indonesia sampai-sampai mereka bisa merasakan sakit yang dirasakan sang atlet ketika mengalami cedera, bisa merasakan kekecewaan mendalam yang dialami sang atlet ketika harus menelan pil pahit kekalahan, dan bisa merasakan kebanggaan dan kegembiraan yang amat sangat ketika sang atlet berhasil memenangkan suatu pertandingan. What a feeling! Gue bisa sebegitu gembiranya ketika smash Tanongsak nyangkut di net dan jatuh di bidang permainannya sendiri serta angka 21 bergulir di papan skor milik Simon Santoso. Gue bisa meringis ketika melihat Egi di-sliding depan-belakang-kanan-kiri sama itu pemain Vietnam nomor 8. Gue bisa merasakan kekecewaan yang dialami Firda ketika gagal mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dan terlebih harus menahan rasa sakit sepanjang pertandingan. But, that's a game. There's a winner and loser. Tapi perjuangan atlet-atlet SEA Games ini patut diacungin jempol.
Ternyata, apa yang dicemaskan masyarakat umum tidak (begitu) menjadi kenyataan. Kenyataan yang ada sekarang, kita bisa koq menggelar SEA Games dengan baik. Kita bisa menjadi juara umum. Atlet kita bisa mempersembahkan medali emas di berbagai cabang. KITA BISA, kita memang dan pasti bisa! ;)
Scars by Asri Tahir | Book Review
11 months ago

0 comments:
Post a Comment