Bukan, gue bukan bermaksud mengulas film lawas itu. Ini tentang kisah pilu yang kemarin siang mendera dunia pendidikan di Jakarta. Sebuah kericuhan terjadi kemarin di daerah Mahakam, murid suatu SMA vs wartawan. Gue bukan siswa SMA tersebut, bukan lulusannya, juga bukan jurnalis. Gue menulis sebagai seorang orang awam yang hanya mendengar berita kericuhan tersebut yang sempat menyalahkan salah satu pihak. Setelah membaca blog dari salah seorang siswa, gue menyadari kalau koin itu punya 2 sisi. Maksudnya, kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja.
Untuk kejadian ini, gue berpendapat kalau posisi siswa yang baku hantam dengan wartawan itu berada di posisi yang lemah. Jurnalis dilindungi hukum sedangkan mereka tidak. Mereka bisa saja diperkarakan, karena bisa saja dituduh menyerang wartawan dikala bertugas. That's why gue bilang posisi mereka lemah di mata hukum.
Bicara soal siapa yang salah, gue juga ga berani menentukan kalau siapa yang benar dan siapa yang salah. Kedua pihak pasti memiliki alasan yang sama : membela diri. Untuk menentukan siapa yang salah dan benar, harus ditelusuri dahulu asal muasal dan sebab musabab kejadian pilu itu bisa terjadi. Yaa, mudah-mudahan pihak berwenang bisa adil dalam menentukan kebenaran.
Satu hal yang pasti, baku hantam itu gak menyelesaikan masalah. Sama halnya dengan menangis dikala terdesak,gak bisa menyelesaikan masalah. Indonesia merdeka memang ada andil dari para pejuang yang angkat senjata. Namun,bisa liat kan, dengan angkat senjata aja ga cukup. Perlu adanya musyawarah dan perjuangan diplomasi untuk mewujudkan kemerdekaan itu. Perang hanya akan membawa musibah dan kesedihan. Cara untuk menyelesaikannya adalah dengan duduk bersama dalam satu meja dan kepala dingin. Manusiawi sih kalo kita emank langsung marah atau tersulut amarah jika kita tergesek suatu masalah atau untuk sebagian orang menangis bila dalam keadaan seperti itu. Jika memang sudah terlanjur "tersulut",coba untuk menarik napaaaassss panjang. Untuk menghadapinya, coba dinginkan kepala dan berpikir cerdas, cari dahulu akar masalahnya tersebut. Easy to say,hard to do. Tapi, gak ada salahnya kan mencoba?
Anger Management : Pengaturan amarah. Ngerti? Gue juga gak begitu ngerti sih. Itu juga menurut gue semata aja. Menurut gue loh, kalo beda yaaa okelah :D
Scars by Asri Tahir | Book Review
11 months ago

0 comments:
Post a Comment