CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, September 27, 2011

Love & Broken Hearts

I've just found a nice notes from Axioo page in Facebook. It's seems a simple note, but  I think it has a deep meaning :)

While making my usual weekly store visit at the mall earlier this week, I had a sudden craving for some crepes. I ordered a choco banana cheese crepe (without thinking of the calories involved) and watched the lady as she prepped all that’s necessary to whip up my order.
I'm sure you are familiar with how it's done, crepes are made on a hot plate of black steel. First she dropped just a ladle-full of liquid-y dough, and slowly moved a little broom-like stick on top of it in circular movements, making it cover the surface of the entire round steel plate. She was supposed to wait a few moments before she could put the toppings on it. But the crepe cracked. She tried to mend it, but instead the crack grew bigger and it suddenly ripped. Finally, she had to tear the crepe away from the steel plate and started the same process again. But before she put the dough on it, she wiped the remaining dough – all crispy and burnt – with a wet cloth, leaving the steel plate in the right temperature to start again.


Seeing this had me begin to think about new relationships and broken hearts.

When in a relationship, we feel as though our whole lives revolve around that one person who we deeply adore. We show our love by clinging on, holding on tightly and never letting go. We cover ourselves with that one person. Time passes and the relationship gets hotter. But when it cracks, and there was no way to salvage the remains of the relationship, we end up with nothing but a crispy, burnt, and broken heart.
I wish that getting over a failed relationship is as easy as removing the dough remains with a wet cloth. Wiping the slate clean is easier said than done. The memories that we have of the pain, and the foolishness that we’ve had to deal with in the past have kept us from moving on. Even when we do, sometimes we may find ourselves lost in fear and confusion. We may find ourselves swirling around in a never-ending whirlpool of negative thoughts. It takes more than a wet cloth to remove all the memories of the person who used to make you feel safe and loved. It takes a little more “oomph” to tear the pieces of those who used to cover your life, away from you.
But don’t allow yourself to be stuck in the past. It’s time to wipe the slate clean. Prep your heart for a new relationship. Let it start on a smooth clean surface. Reach out for what you believe in. Be fair. Trust in the person you love and have faith in them enough to know that they wouldn’t do anything to hurt you. Maybe time will heal, and maybe love will prevail. Or maybe it won’t. But muster up enough courage simply to take that risk.

And as alike as it maybe in theory, wiping away pain from your hearts is not as easy as removing crepe dough remains. After all, our hearts are not made of steel.
-Written by Maya

(Original notes from Axioo page in Facebook)

Tuesday, September 20, 2011

Anger Management

Bukan, gue bukan bermaksud mengulas film lawas itu. Ini tentang kisah pilu yang kemarin siang mendera dunia pendidikan di Jakarta. Sebuah kericuhan terjadi kemarin di daerah Mahakam, murid suatu SMA vs wartawan. Gue bukan siswa SMA tersebut, bukan lulusannya, juga bukan jurnalis. Gue menulis sebagai seorang orang awam yang hanya mendengar berita kericuhan tersebut yang sempat menyalahkan salah satu pihak. Setelah membaca blog dari salah seorang siswa, gue menyadari kalau koin itu punya 2 sisi. Maksudnya, kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja.
Untuk kejadian ini, gue berpendapat kalau posisi siswa yang baku hantam dengan wartawan itu berada di posisi yang lemah. Jurnalis dilindungi hukum sedangkan mereka tidak. Mereka bisa saja diperkarakan, karena bisa saja dituduh menyerang wartawan dikala bertugas. That's why gue bilang posisi mereka lemah di mata hukum.
Bicara soal siapa yang salah, gue juga ga berani menentukan kalau siapa yang benar dan siapa yang salah. Kedua pihak pasti memiliki alasan yang sama : membela diri. Untuk menentukan siapa yang salah dan benar, harus ditelusuri dahulu asal muasal dan sebab musabab kejadian pilu itu bisa terjadi. Yaa, mudah-mudahan pihak berwenang bisa adil dalam menentukan kebenaran.
Satu hal yang pasti, baku hantam itu gak menyelesaikan masalah. Sama halnya dengan menangis dikala terdesak,gak bisa menyelesaikan masalah. Indonesia merdeka memang ada andil dari para pejuang yang angkat senjata. Namun,bisa liat kan, dengan angkat senjata aja ga cukup. Perlu adanya musyawarah dan perjuangan diplomasi untuk mewujudkan kemerdekaan itu. Perang hanya akan membawa musibah dan kesedihan. Cara untuk menyelesaikannya adalah dengan duduk bersama dalam satu meja dan kepala dingin. Manusiawi sih kalo kita emank langsung marah atau tersulut amarah jika kita tergesek suatu masalah atau untuk sebagian orang menangis bila dalam keadaan seperti itu. Jika memang sudah terlanjur "tersulut",coba untuk menarik napaaaassss panjang. Untuk menghadapinya, coba dinginkan kepala dan berpikir cerdas, cari dahulu akar masalahnya tersebut. Easy to say,hard to do. Tapi, gak ada salahnya kan mencoba?
Anger Management : Pengaturan amarah. Ngerti? Gue juga gak begitu ngerti sih. Itu juga menurut gue semata aja. Menurut gue loh, kalo beda yaaa okelah :D

Sunday, September 18, 2011

Jak-Japan Matsuri 2011 Opening Day!

Today was great! Hari ini gue bersama Mama gue berkunjung ke Hotel Nikko buat nonton Opening-nya Jak-Japan Matsuri 2011. Tahun lalu gue pergi bersama Momon, tapi kali ini dia nonton Beethoven's Night 5 di Aula Simfonia Jakarta. Jam 12.30 gue udah sampe di Hotel Nikko dan ternyata acara mulai jam 13.30. Ya sudahlah, ada untungnya juga karena gue dapet duduk di depan *\(^0^)/*

Iseng-iseng sambil ngetes kamera BB, gue foto aja panggungnya :p Disitu udah disiapin buat acara pertama, Taiko! :D

Sebelum acara mulai, mata gue yang jelalatan langsung melihat sesuatu! Apakah itu? Ini diaaa! :D

Yap. Ikan Tuna versi asli tanpa kepala! Beratnya sekitar 48 kg. Tuna ini bakal dijadiin objek demo pemotongan Ikan Tuna dan dagingnya yang berupa Sashimi bakal dijualin.

Jam 13.30 lewat lewat dikit, akhirnya acara dimulai dengan pertunjukkan pertama dari Oedo Sukeroku Taiko Jakarta. Dunno why, I always love Taiko! :D

Lalu dilanjutin sama Tarian Selamat Datang. Hmmm, gue sih lebih berpikir ini Tari Topeng Betawi. Tapi di rundown namanya itu, ya udahlah :p Setelah itu disusul kata sambutan dari Ketua Panitia, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, dan Gubernur DKI Jakarta Bpk. Fauzi Bowo. Rada ngantuk-ngantuk gimanaaa gitu :p Oh ya, Matsuri tahun ini mengusung tema "Terima Kasih, Indonesia". Bencana gempa dan tsunami yang Maret lalu melanda Jepang hampir membuat Jepang tidak berdaya (saat itu doank sih gue rasa). Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan sumbangan kepada Jepang dan karena itu Matsuri tahun ini mengusung tema tersebut. Dikasih liat juga video-video ucapan terima kasih dari rakyat Jepang untuk Indonesia. Agak sedikit terharu sih pas nonton videonya :')
Next, acara dibuka resmi dengan pemukulan Taiko oleh ketiga orang penting tersebut.
Setelah itu ada acara Mochi Tsuki alias demo pembuatan Mochi Jepang. Sayang gue ga dapet fotonya :(
Mochi Tsuki hanya berlangsung sebentar, lalu dimulai acara Demo pemotongan Ikan Tuna dan The Sushi Battle!
Ini dia hasil foto di The Sushi Battle :)







Nah, kalo yang ini hasil foto di Demo pemotongan Ikan Tuna!





Setelah acara yang berbau makanan selesai, di panggung utama tersaji pertunjukan cantik dari 21st Century Classical Japanese Music and Dance. Kenapa cantik? Selain pemainnya yang cantik-cantik dalam balutan kimono, permainan musiknyapun cantik. Pertama dimainin lagu Bengawan Solo dan selanjutnya lagu-lagu tradisional Jepang. Sebagai encore, mereka memainkan lagu Sukiyaki yang legendaris itu sambil diiringi karaoke akbar penonton di ballroom Hotel Nikko tersebut :)






































Setelah acara dari ibu-ibu Jepang cantik ini, ada Nakamura Japan Dramatic Company yang siap menggebrak panggung dengan sport dance dan akrobatiknya! Asli ini kereeeennn banget! Gue nontonnya sampe ga berhenti berdecak kagum saking kerennya ini pertunjukkan. Si empunya, Nakamura-san memberikan sepatah kata dalam bahasa Indonesia! Walopun ga lancar-lancar amat, tapi kagum aja tetep berusaha pidato pake bahasa Indonesia. 























































Asli, ini keren abis! Setelah pertunjukan keren itu, ada pengumuman pemenang The Sushi Battle. Yaa siapapun pemenangnya, sushi buatan chef-chef profesional itu sangat menggugah selera! Yum..
The last but not the least, performance terakhir dari duet Tono dan Dion, 2 orang Indonesia lulusan Ritsumeikan APU yang katanya di Jepang sana cukup terkenal. Serasa pendinginan setelah olahraga, kali ini kita di ajak nyanyi bareng sama mereka! Asyik banget rasanya ketika karaoke akbar di ballroom menyatu menyanyikan lagu Jepang! Btw, ini Tono (singer) dan Dion (Keyboardist).


Urutan lagu yang mereka nyanyiin ya : Kokoro no Tomo, Bengawan Solo, First Love - Utada Hikaru, Sukiyaki, dan encore Sakura. Semua pasti diiringi karaoke akbar karena emank mereka sengaja milih lagu yang terkenal dan yang bisa dinyanyiin semua orang, baik orang Jepang maupun orang Indonesia. This is the nice ending from Tono and Dion.

What a great Sunday! :)

Thursday, September 1, 2011

Minal Aidin Wal Faidzin..

Lebaran tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya hari Lebaran mengikuti tanggal yang tercetak merah di kalender, kali ini bergeser! Setelah sidang Itsbat ( sidang yang menentukan tanggal jatuhnya 1 Syawal ato Hari Idul Fitri ) tanggal 29 Agustus kemaren memutuskan Lebaran "diundur" jadi tanggal 31 Agustus dan 1 September, terjadilah kekacauan itu. Karena menurut kalender Lebaran itu tanggal 30 Agustus, jadi tanggal 29 Agustus itu orang-orang tidak sholat Tarawih, melainkan menyiapkan malam Takbiran. Eh jadinya, takbirannya diundur juga. Kasian juga yang udah nyiapin ya..
Jadinya beberapa umat Muslim Indonesia terpecah waktu Sholat Id nya. Ada yang sholat tanggal 30, ada yang sholat tanggal 31. Tapi untungnya perbedaan itu gak menjadikan hari Lebaran yang suci itu tercoreng. Semua saling menghormati perbedaan itu. Semua saling salam-bersalaman dan maaf-bermaafan, tidak ada saling singgung karena perbedaan perayaan Lebaran itu. Para ulama yang menjadi narasumber di beberapa acara berita televisi pun menghimbau agar perbedaan tersebut ditanggapi baik saja, karena pada akhirnya semua tertuju pada Tuhan semata. Perbedaan itu indah koq, jika kita selalu sama hidup akan terasa sangat monoton.

akhir kata :


:)