To : Dad, in heaven.
Dearest Dad,
How are you in heaven, Dad? Me, Mom, and Randy are fine here. I believe that you already have a better life there, Dad.
Sudah hampir 11 tahun aku tidak memanggil seorang pria dengan sebutan "Papa". Kini aku sudah berusia hampir 19 tahun, aku memutuskan untuk memilih bekerja daripada kuliah. Aku bukannya tidak ingin kuliah pa, tapi ada baiknya jika aku kuliah dengan uang hasil kerjaku sendiri suatu hari nanti.
Mom had through the hard way since you were gone. She had tried not to cry in front of us. Tapi sekarang, aku yang lebih banyak nangis karena berbagai masalah yang sepertinya tak akan bisa aku hadapi. Rasanya aku ingin papa kembali ke sisi kami, supaya mama lebih kuat dan kita juga lebih kuat. Tapi apa daya, Tuhan lebih menyayangi papa daripada kita. Ya sudahlah, Tuhan pasti akan mendampingi kita sepanjang hidup kita juga kan pa..
I promise Dad, I promise will bring happiness to this family. Aku berjanji akan membahagiakan mama, sebagaimana papa membahagiakan mama. Mama dan Randy adalah prioritasku, sebagaimana papa memprioritaskan aku dan Randy. Bimbing aku ya pa..
Give me a sign when you have receive this letter :)
Love,
Lona
Scars by Asri Tahir | Book Review
11 months ago

1 comments:
so sweet lon :') your father must be proud of you, to see his daughter has grown up this mature :D
gw bacanya ampe berkaca-kaca hiks... :'(
(btw ini momon :P i'm using my old blogspot account)
Post a Comment