CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, September 29, 2012

Dua Manusia

(For my life-time friend to-be : Momon :D)


Meski jalan ini masih 'kan terus berputar
Ujung jalan ini kau dan aku yang tahu

Kita memang tidak bermula bersama, namun dapat kurasakan bahwa kita akan berakhir bersama, kita akan berbagi suka dan duka bersama, kita akan berbagi kegilaan bersama.

Semua yang tertawakan kita
Akan berbalik berharap menjadi kita...

Kita memang aneh, kita memang freak, namun inilah kita. Kita, yang menikmati dunia kita sendiri akan membuat orang lain berlomba-lomba menjadi kita berdua.

Meski awan ini masih t'rus membayangi
Warna langit ini sejatinya kita tahu

Mereka boleh mengatakan apapun tentangmu, namun yang tahu tentang dirimu adalah aku. Mereka boleh mengatakan apapun tentangku, namun yang tahu tentang diriku adalah kamu.

Ada dua bintang 'tuk kau dan aku
Menanti kita kembali 'tuk bersama...

Percayalah, sejauh apapun kita berada selalu ada cara untuk kita kembali bertemu.

Di angkasa terlukislah kisah kita
Dua manusia yang berputar demi cinta

Kisah indah kita, tidak akan cukup dilukis walaupun di angkasa sekalipun. Hidup yang penuh cinta telah kutemukan dalam kehidupan kisah kita.

Mungkin cuma aku dan kamu
Tak terperdaya pekat badai ini

Cobaan seberat apapun, kau dan aku harus berjanji kita tidak akan pernah jatuh dan menyerah.

Mungkin cuma aku dan kamu
Yang percaya ini semua kan jadi nyata...

Kau dan aku bersama, harus percaya bahwa sesuatu yang indah yang akan menjadi nyata menunggu kita.

Meski langkah ini kadang bertambah berat
Sudikah kau tunggu?
Relakah kau melepasku?

Disaat ku terjatuh, maukah kau mengulurkan tanganmu padaku?
Disaat aku tertinggal, maukah kau menungguku di garis akhir?
Akankah kau melepaskan tanganku suatu saat nanti?

Di angkasa terlukislah kisah kita
Dua manusia yang berputar demi cinta
Mungkin cuma aku dan kamu
Tak terperdaya pekat badai ini

Mungkin cuma aku dan kamu 
Yang percaya ini semua kan jadi nyata...
Kan jadi nyata...

Mungkin cuma aku dan kamu



** Dendy's Mike - OST. Perahu Kertas.

Saturday, September 22, 2012

Emmm...

Masih galau mau lanjut me-review buku apa gak. Tapi suka males. Btw, ini udah lama gak saya sentuh ya? Ah, coba di smartphone saya ada aplikasinya *banyak maunya >.<*

Sunday, September 9, 2012

Random

Kinda late, but still Hello September! Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menjadi book-reviewer seperti blog-blog lain yang tentunya sudah lebih canggih. Kenapa? Yang utama adalah karena saya kelewat malas. Jika saya ingin berkomentar, saya lebih banyak mengeluarkan komentar saya lewat akun twitter. Karena apa yang tercetus di otak saya saat itu juga, saya inginnya segera saya keluarkan daripada keburu lupa. Tapi... kita lihat nanti deh. Namanya juga nulis, kadang suka mood, kadang gak mood :D

Next, saya akhirnya mulai masuk kuliah! Hahaha... Hal menarik adalah tentu saja dosen Marketing saya dong! Belum 30, setengah Jerman setengah Indonesia, good-looking, dan di mata kuliahnya harus pake bahasa Inggris, padahal saya yakin pasti dia bisa ngomong bahasa Indonesia (kira-kira sih...). Jujur, rada takut sama ini pelajaran karena saya pada dasarnya sama sekali gak suka sama sesuatu yang berhubungan sama Sales dan Marketing ini, karena saya gak pintar ngomong :p Tapi, ya sudahlah, ikuti saja aliran kehidupan yang ada...
Kuliah setelah bekerja lumayan bikin lelah. Padahal baru 2 hari mengalaminya, tapi rasanya badan ini pengennya diistirahatin aja. Masih tersisa 4 tahun mendatang sampai akhirnya saya lulus nanti. Sedikit takut, sedikit ragu, sedikit gugup dengan kuliah ini. Masih suka berpikir apakah jalan yang sudah diambil ini sudah benar. Well, walaupun Mama sudah ngomong kalau perjalanan kuliah saya ini nothing to lose karena saya sudah bekerja, tetap saja tidak bisa meredakan rasa gugup saya ini. Let God lead me till the end :)

Last, saya lagi sedang tergila-gilanya sama buku-bukunya Dewi Lestari a.k.a Dee. Seri Supernova, Perahu Kertas, dan Madre rata-rata saya suka! Saya suka berpikir kalau Dee itu punya 2 otak yang sama-sama pintar. Terutama setelah membaca Seri Supernova, saya merasa buku lain menjadi lebih "ringan". Diawali dengan Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh lalu dilanjutkan dengan Akar dan Petir serta sementara berhenti di Partikel, Seri Supernova ini jujur saja membawa warna tersendiri kepada wawasan dan pengalaman membaca saya. Dengan teori ini dan itu dan kadang saking gak ngertinya saya cuma bisa bilang : "Wow", tapi Dee berhasil membawa saya masuk ke dalam dunianya, terlarut dan hanyut bersamaan dengan aliran plot ceritanya. Pada buku-buku karangan Dee inilah akhirnya saya bisa mengerti kalau membaca itu bukanlah sekedar membaca, kita harus bisa membuka hati dan pikiran kita untuk meresapi selangkah demi selangkah kejadian yang dialami sang tokoh utama. Buku-buku Dee inilah yang membawa saya pada pengalaman "membaca dengan hati". I love you full, Mba Dee! ^^

Random kan?